Ambon Hari Ini
Mengenal Dansa Tali, Tarian Khas dari Negeri Rutong - Ambon
Dansa Tali yang kerap dibawakan saat acara-acara besar di Kota Ambon ini ternyata berasal dari Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel),
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Delapan pasang penari berdiri memegang delapan utas tali yang terikat disebuah tiang, bersiap menarikan tarian berjuluk Dansa Tali.
Dansa Tali yang kerap dibawakan saat acara-acara besar di Kota Ambon ini ternyata berasal dari Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kota Ambon.
Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella mengatakan Dansa Tali merupakan ciri khas Negeri Rutong yang diciptakan oleh anak Negeri.
“Tarian Dansa Tali ini merupakan ciri khas Negeri Rutong,” kata Maspaitella di Negeri Rutong, Rabu (3/8/2022).
Tarian ini memiliki makna yakni tetap bersatu pada satu tujuan dan tetap fokus untuk mencapai satu tujuan bersama.
Tahun 1934, Marthen Thenu dan Benjamin Talahatu mulai menciptakan dansa yang merupakan akulturasi perpaduan budaya eropa dan budaya tradisional.
Baca juga: Tak Hanya Sampah yang Menggunung di Ahuru Ambon, Warga Juga Keluhkan Penerangan dan Jalan Rusak
Baca juga: Tiba di Negeri Rotong-Ambon, Peserta Sail to Ambon Disambut Tarian Cakalele dan Kain Gandong
14 tahun kemudian, tepatnya tahun 1950, dansa tali baru dikenalkan dan ditampilkan secara umum.
Percampuran budaya eropa yakni Belanda dan Portugal serta budaya lokal sangat kental dalam dansa tali.
Meki memiliki music mars dari Portugal yang berirama gembira namun, Dansa Tali diciptakan untuk mempersatukan Masyarakat Negeri Rutong.
Tiap unsur dalam Dansa Tali menggambarkan Negeri Rutong.
Mulai dari delapan utas tali yang memiliki arti delapan marga yang berasal dari Negeri Rutong. Delapan tali itu dibungkus dengan kain berwarnah merah dan putih.
Delapan utas tali itu dibagi menjadi dua bagian yang juga memiliki makna. dua bagian itu menggambarkan dua wilayah di Rutong yakni uku dan wairoang yang dipisahkan oleh sungai waimandoi.
Daerah Uku bertugas menjaga perbatasan dengan Hutumuri, sedangkan Weroang untuk menjaga perbatasan dengan Hukurila dan Ema.
Daerah Weroang di tempati soa-soa yang pada saat di Ama Buasa (Negeri Kedua Rutong) mendiami bagian Barat Baileo.
Sementara, Uku ditempati mata rumah Makatita, yang mendiami bagian Utara Baileu Negeri.
Sementara Empat utas tali dalam tarian ini melambangkan ada empat soa di Negeri Rutong.
Yakni Soa Maspaitella,Soa Makatita,Soa Talahatu dan Soa Lessy Lawalata yang mendiami Negeri Rutong sampai pada saat ini.
Tarian ini dibawakan empat penari perempuan berbusana kebayah putih lengan Panjang dan kain warnah merah.
Serta empat penari laki-laki memakai kebaya dansa berwarna merah dan celana berwarna putih.
Busana tarian dansa tali ini ternyata menyimbolkan persatuan Negara kesatuan Indonesia.
Dulunya, dansa Tali diiringi musik suling bamboo dan tambor, namun dengan perkembangan zaman, tarian ini diiringi keyboard an alat musik lainnya. (*)