Mangrove Mati
Mangrove Mati di Teluk Ambon, Pelasula Minta DLHP Campur Tangan
Pasalnya, tumpahan minyak di kawasan poka Teluk Ambon disebut telah merusak mangrove. Diketahui, puluhan pohon mangrove mengering seketika.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Perekayasa Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ambon, Daniel Pelasula minta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon campur tangan persoalan tumpahan minyak di bibir pantai kawasan poka Teluk Ambon.
Pasalnya, tumpahan minyak di kawasan poka Teluk Ambon disebut telah merusak mangrove.
Diketahui, puluhan pohon mangrove mengering seketika.
Menurutnya, DLHP harus mengingatkan PLN untuk mengatur pengelolaan limbah dengan ketat sehingga tidak terjadi kebocoran.
"Jadi yang penting DLHP harus tekan PLN terkait treatment limbahnya itu harus ketat, karena kalau air balas dari mesin banyak itu penangan tidak pas dan pasti langsung temperatur naik," kata Pelasula kepada TribunAmbon.com, Senin (1/8/2022).
Lanjutnya, selain mangrove, ekosistem pantai juga terancam.
Baca juga: BRIN Ungkap Temuan Limbah Jenis Minyak di Teluk Ambon, Akibatkan Mangrove Mati dan Mengering
Baca juga: Dinilai Tak Berikan Pelayanan Baik, Direktur PDAM Ambon Akhirnya Diganti
"Susah yang untuk biota laut karena lokasi pola arus bawa semua limbah masuk ke situ dan susah keluar, kemarin minyak sudah muncul semua," kata dia.
Pelasula pun memberikan solusi, yakni penyedotan tumpahan minyak.
"Solusinya harus sedot , cuma seng ada alat sedot," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, puluhan pohon mangrove di pesisir Teluk Ambon tepatnya di Pantai Desa Poka, kota Ambon, Maluku mendadak mengering dan mati.
Kondisi itu diduga karena tercemari limbah PLTD Poka yang hanya berjarak kurang lebih 20 meter dari bibir pantai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/mangrove-di-poka.jpg)