Breaking News:

Ambon Terkini

BRIN Ungkap Temuan Limbah Jenis Minyak di Teluk Ambon, Akibatkan Mangrove Mati dan Mengering

Perekaya Ahli Madya BRIN kawasan Ambon, Daniel Pelasula mengatakan, kandungan minyak itu yang menyebabkan matinya manggrove di Teluk Ambon.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Dedy
AMBON: Kondisi mangrove di kawasan perairan Teluk Ambon, didepan kantor PLTD, PLN, Poka, Kota Ambon, Senin (1/8/2022) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ambon ungkap temuan kandungan minyak di Perairan Teluk Ambon, Minggu (31/7/2022) kemarin.

Perekaya Ahli Madya BRIN kawasan Ambon, Daniel Pelasula mengatakan, kandungan minyak itu yang menyebabkan matinya manggrove di Teluk Ambon.

"Kemarin itu kami kerja bakti, semprot dengan mobil air. Ternyata minyak yang mengendap disitu keluar banyak , itu penyebab mangrove mati dan kering," ungkap Pelasula saat diwawancarai TribunAmbon.com, Minggu sore.

Menurut Pelasula, dari informasi yang dihimpunnya, temuan kandungan minyak pada kawasan mangrove yang mati tersebut berasal dari kebocoran pipa PLN, akibat dari pengerjaan jembatan yang hingga kini masih berlanjut.

"Dari informasi yang kami dapat, pihak PLN mengaku ada pipa yang bocor, dampak dari kegiatan jembatan darurat itu," kata dia.

Pelasula melanjutkan, limbah minyak yang ditemukan BRIN Ambon, pada kawasan mangrove yang mati tersebut dapat berbahaya bagi biota laut yang hidup baik hewan maupun tumbuhan.

Jadwal Kapal Pelni NAMROLE - AMBON, Berangkat Tanggal 9 dan 22 Agustus 2022

Selain itu, perairan dengan pola arus bawah pada kawasan mangrove tersebut dapat dengan mudah menyeret limbah, masuk ke sela-sela mangrove.

"susah yang untuk hidup karena lokasi pola arus bawa semua limbah masuk ke situ dan susah keluar, kemarin minyak sudah muncul semua , solusinya harus sedot , cuma seng ada alat sedot," tandasnya.

Sementara itu, Humas PT PLN Maluku-Maluku Utara, Hairul Hatala yang dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengatahui penyebab hingga banyak mangrove di loaksi itu tiba-tiba mengering dan mati.

“Untuk kerusakannya tidak tahu dari limbah apa,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini pihak DLHP Maluku sedang melakukan uji sampel untuk mengetahui penyebab matinya mangrove di lokasi itu.

“Kalau untuk informasi bisa korodinasi dengan DLHP provinsi. Karena hasilnya belum keluar jadi belum tentu itu karena limbah PLN,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, puluhan pohon mangrove yang berada di pesisir Teluk Ambon tepatnya di Pantai Desa Poka, kota Ambon, Maluku mendadak mengering dan mati.

Mangrove yang telah berumur belasan tahun itu mengering dan mati diduga karena tercemari limbah dari PLTD Poka yang hanya berjarak kurang lebih 20 meter atau hanya dipisahkan jalan raya.

Pohon yang menjadi penjaga dan pelindung Teluk Ambon ini mati dan terus mengering dalam dua pekan terakhir.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved