Breaking News:

Maluku Terkini

Minta Maaf secara Langsung Sebanyak 3 Kali, Rustam Tukuboya Enggan Cabut Tuntutan atas Ramli Umasugi

Meski Ramli Umasugi telah berulangkali meminta maaf kepada korban, namun pihak korban belum mengambil keputusan untuk membuat perdamaian.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andi
MALUKU: Anggota DPRD Kabupaten Buru M. Rustam Fadly Tukuboya, saat diwawancarai TribunAmbon.com, terkait perkembangan kasus pencemaran nama baik, dengan eks Bupati Buru Ramli umasugi, di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kasus pencemaran nama baik Ramli Ibrahim Umasugi terhadap anggota DPRD Kabupaten Buru Rustam Tukuboya, masih tetap berlanjut di Mapolda Maluku.

Meski Ramli Umasugi telah berulangkali meminta maaf kepada korban, namun pihak korban belum mengambil keputusan untuk membuat perdamaian.

Hal ini disampaikan Rustam Tukuboya, yang diduga sebagai korban dalam kasus pencamaran nama baik.

"Persoalan saya dengan pak Ramli, hingga saat ini masih di Polda, jadi belum pelimpahan berkas, ini didasari dengan adanya pendekatan dibuat oleh tersangka terhadap saya, untuk bagaimana kasus ini bisa dapat diselesaikan lewat jalur restorative justice, agar kasusnya tidak berakhir di pengadilan," kata Tukuboya saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya kantor DPRD Buru, Kamis (21/7/2022).

Tukuboya mengungkapkan, mantan Bupati Buru itu menemui dirinya sebanyak tiga kali, untuk meminta maaf, namun hingga saat ini belum ada keputusan yang bisa diambil.

"Pada Juni 2022 kemarin, pak Ramli ketemu saya sebanyak tiga kali, di dampingi Ketua DPRD Buru, M. Rum Soplestuny, tentu sebagai manusia, sebelum kita ketemu, saya terlebih dahulu berkonsultasi dengan keluarga, karena keputusan yang saya ambil sangat sensitif, tentunya harus dapat tanggapan keluarga," ungkapnya

"Jadi, pak Ramli ketemu saya, itu tidak lain beliau menyampaikan permintaan maaf, atas kesalahan, kehilafan, atas apa yang dibuat terhadap saya maupun keluarga selama ini," tambah Tukuboya.

Baca juga: Penuhi Pangilan Polisi, Ramli Umasugi Diperiksa Sebagai Tersangka

Dikatakan, hingga saat ini permintaan maafnya mantan Bupati Buru dua periode itu masih dipertimbangkan, dan belum ada keputusan.

Karena kesepakatan bersama secara tertulis belum dilaksanakan hingga saat ini, sehingga keputusan untuk jalan damai belum dibuat.

"Untuk status beliau masih sebagai tersangka, dan penanda tanganan atau kesepakatan penyelesaian lewat jalur restorative justice itu belum jalan. Karena syarat formil lewat jalur restorative justice harus ada kesepakatan kedua belah pihak. Hingga saat ini saya masih pertimbangkan, karena keputusan menghentikan perkara itu domainnya penyidik, penyidik dapat mengeksekusi itu, apabila segala sesuatu yang kita sepakati di luar, itu sudah dituangkan dalam kesepakatan bersama di Polda Maluku," ujar Tukuboya.

Diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku menetapkan mantan Bupati Buru dua periode, Ramli Umasugi sebagai tersangka pencemaran nama baik.

"Iya baru saya terima laporan dari Dirkrimum bahwa sudah tetapkan Ramli Umasugi sebagai tersangka hari ini,"ucap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol, M Roem Ohoirat di ruang kerjanya, Rabu (25/5/2022) lalu.

Diketahui, pelaporan itu buntut kata makian yang diduga dilontarkan kepada Tukuboya, Sabtu (28/12/2020) di Bandara Namniwel Kabupaten Buru.
2021

Tidak terima atas makian itu, Tukuboya pun melaporkan ke Polres Buru di awal Januari .

Kasus ini sempat berjalan lambat di Polres Buru sehingga di ambil ahli Polda Maluku di akhir tahun 2021.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved