Breaking News:

Ambon Terkini

Gaji Tenaga Honorer Sektor Pendidikan di Ambon Bakal Naik

Hal itu dilakukan untuk menjawab banyaknya keluhan mengenai gaji tenaga honorer yang jauh dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Ambon yakni sebesar R

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat bertemu Kepala sekolah SMP Sederajat di Ambon membahas kenaikan upah honorer, Kamis (21/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, berencana melakukan penyesuaian terhadap besaran gaji tenaga honorer di sekolah.

Hal itu dilakukan untuk menjawab banyaknya keluhan mengenai gaji tenaga honorer yang jauh dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Ambon yakni sebesar Rp. 2.618.312.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengakui banyak tenaga honorer di sekolah yang diberikan upah tak sesuai dengan yang dikerjakan.

Bahkan, ada yang Rp 300 ribu per bulan.

"Tenaga honorer yang ada di sekolah – sekolah diberikan upah yang bervariasi, ada yang diberi Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta per bulan, namun ada yang hanya Rp 300 per bulan. Itu tidak manusiawi,” kata Wattimena dalam pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP se-derajat, di SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (21/7/2022).

Lanjutnya, gaji tenaga honorer memang dibayar oleh pihak sekolah dengan besaran bervariasi, biasanya tergantung dari lamanya masa kerja.

Jalan Rusak di Pasar Batu Merah Mardika, Gubernur Murad Langsung Minta Balai Jalan segera Perbaiki

Namun, tetap saja upah yang diberikan sangat kecil dan tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dengan upah demikian, sudah pasti tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga, bagaimana dapat memikirkan untuk peningkatan kualitas pendidikan yang menjadi harapan kita bersama” tambahnya.

Dirinya menyatakan, penyesuaian upah tenaga honorer akan dilakukan sesuai dengan hasil kajian.

Oleh sebab itu, semua Kepala Sekolah wajib memasukan data terbaru mengenai jumlah tenaga honorer yang ada saat ini dan besaran upah masing – masing, melalui Dinas Pendidikan.

“Data itu akan kita jadikan patokan untuk penyesuaian upah, misalnya ada yang sudah diberi upah Rp 1,5 juta per bulan, maka yang lain kita sama ratakan. Kalau misalnya bisa dinaikan Rp 2 juta /bulan ya kita sesuaikan lagi. Ini kebijakan yang akan kita ambil,” jelasnya.

“Jadi penyesuaian itu belum dapat dipatok berapa kenaikannya, namun yang jelas pasti ada akan kenaikan,” tambah Wattimena.

Dirinya berharap, dengan rencana penyesuaian upah tersebut tidak ada lagi tenaga honorer yang berkeluh kesah, sehingga upaya peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di kota Ambon, yang menjadi dambaan Pemerintah dan masyarakat dapat tercapai.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved