Breaking News:

Murad Tantang Mahasiswa Duel

Salampessy Tuding Mantan Bupati Buru Ramli Umasugi Dibalik Demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku

Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy menduga Mantan Bupati Buru Ramli Umasugi berada di balik demo tagih janji kampanye Gubernur Maluku.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Kolase foto
Salampessy Tuding Mantan Bupati Buru Ramli Umasugi Dibalik Demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy diduga menuding Mantan Bupati Buru Ramli Umasugi berada di balik demo tagih janji kampanye Gubernur Maluku.

Djalaludin Salampessy juga menuduh wartawan telah kongkalikong dengan Ramli Umasugi, untuk membuat liputan terkait aksi Gubernur Maluku Murad Ismail yang mengundang mahasiswa berkelahi.

Komentar itu disampaikan Salampessy dalam grup WhatsApp OPD Pemkab Buru, Sabtu (9/7/2022).

Dalam narasinya terkait demo tersebut, Salampessy menulis:

“Pak Gub, semoga Allah melaknati orang-orang ini. Pak Gub datang ada bawa bantuan, pembangunan ratus miliar di Kabupaten Buru, dan manfaat lain untuk masyarakat, tidak diberitakan tapi diberitakan hal lain.

Baca juga: Soal Gubernur Tantang Pendemo Berkelahi, Salampessy Sebut Itu Sapaan Akrab Orang Maluku

Biadab, wartawannya segera kita tindak lanjuti Pak Gub. Terlihat jelas mantan punya permainan Pak. Mereka pancing demo dan sudah siapkan wartawan, benar benar keterlaluan. Allah jauhkan Maluku dari bala, Allah merahmati bapak dan keluarga, amin,” kata Salampesy dalam grup WhatsApp OPD Pemkab Buru yang beredar di media sosial, Sabtu (9/7/2022).

Salampessy yang dihubungi perihal pesan chat yang beredar luas itu memastikan bahwa itu fitnah.

"WA laporan berbagai sumber itu kemudian dijadikan contoh fitnah yang harus diantisipasi oleh semua pimpinan opd, karena disitu ada fitnah tentang pak mantan, ada fitnah tentang wartawan, jadi pimpinan opd jangan tinggal diam, segera bergerak dan muat disemua medsos berita berita baik, kunjungan bapak gubernur ini," jelas Salampessy kepada TribunAmbon.com, Senin (11/7/2022).

Isi chat Djalaludin Salampessy  yang menyebut Mantan Bupati Buru, Ramli Umasugi jadi dalang dibalik demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku
Isi chat Djalaludin Salampessy yang menyebut Mantan Bupati Buru, Ramli Umasugi jadi dalang dibalik demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku (Tangkapan layar)

Karena isi pesan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Ismail Umasugi dikabarkan akan mundur dari jabatannya. 

Jurnalis TribunAmbon.com sudah menghubungi Kadis Kesehatan Ismail Umasugi, namun hingga kini panggilan belum terhubung, pesan elektrik yang dikirim juga belum masuk. 

Diketahui, Gubernur Maluku sempat mengeluarkan kalimat tantangan berkelahi sebagai respon aksi unjukrasa sekelompok mahasiswa saat kegiatan peresmian sejumlah proyek infrastruktur di Pelabuhan Merah Putih Namlea.

Usai insiden itu, Ajudan Gubernur Maluku sempat memaksa salah seorang wartawan untuk menghapus video yang merekam pernyataan Murad tantang berkelahi pendemo.

Video Gubernur Maluku Murad Ismail tantang duel mahasiswa yang mendemonya juga viral di media sosial.

Rekaman tersebar luas di sejumlah platform, seperti Twitter dan TikTok.

Pada awal video memperlihatkan sebuah acara yang dihadiri Murad dan beberapa pejabat daerah lainnya.

Murad yang awalnya duduk tiba-tiba berdiri dan menghadap ke massa yang berada di luar lokasi acara.

"Woe… Kasi masuk sini katong (kita) bakalai (duel) mari. Sudah lama saya enggak bakalai ini,” katanya.

Penjelasan PJ Bupati Buru

Pj Bupati Buru, Djalaludin Salampessy membenarkan kejadian yang viral.

"Jadi memang ada insiden," ucapnya, Minggu (10/7/2022)

Meskipun demikian, Salampessy meminta masyarakat tidak memandang tantangan duel Murad sebagai hal negatif.

Gubernur Maluku Murad Ismail   saat peresmian sejumlah proyek infrastruktur di Pelabuhan Merah Putih Namlea, Sabtu (9/7/2022)
Gubernur Maluku Murad Ismail saat peresmian sejumlah proyek infrastruktur di Pelabuhan Merah Putih Namlea, Sabtu (9/7/2022) (Humas Pemda)

Menurutnya, apa yang disampaikan Murad adalah bentuk sapaan akrab orang Maluku.

"Bukan penafsiran ajak berkelahi. Itu cara sapaan saja sebagai orang Maluku. Saya tidak setuju kalau sesuatu yang kemudian diterjemahkan buruk," tambah Salampessy.

Salampessy kemudian membandingkan Gubernur Maluku sebelumnya dengan Murad perihal masih bisa menyempatkan waktu Salat Ied bersama warga di kabupaten

Ia menganggap kedatangan Murad ke Kabupaten Buru perlu diapresiasi.

"Saya kira ini jarang dilakukan pemimpin terdahulu. Beliau sangat rindu sholat Id bersama masyarakat," pungkasnya.

Kronologi kejadian

Dihimpun dari Kompas.com, kejadian ini bermula saat Murad menghadiri acara peresmian Pelabuhan Merah Putih di Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (9/7/2022) kemarin.

Murad tidak datang sendiri, ia didampingi istrinya Widya Murad Ismail.

Terlihat juga Bupati Buru, Djalaludin Salampessy di lokasi acara.

Kedatangan Murad di Kabupaten Buru ternyata diwarnai aksi demo dari mahasiswa dan warga.

Mereka menagih janji kampanye Murad saat Pilkada 2018.

Disebutkan, saat kampanye Murad berjanji kepada masyarakat Batbual untuk membangun jalan jika terpilih jadi gubernur kelak.

Namun hingga Murad duduk di kursi gubernur, ia belum menepati janjinya hingga membuat mahasiswa melakukan demo.

Kemudian terjadilah aksi Murad tantang mahasiswa untuk berudel.

Murad langsung memberikan responsnya saat memberikan sambutan.

Ia berjanji akan menuntaskan pembangunan jalan sepanjang 32 kilometer dari Kecamatan Kaiyeli menuju Batabual. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved