Breaking News:

Maluku Terkini

Sudah 3 Bulan, Jalan di Dataran Danau Rana Putus, Warga Kesulitan Jual Hasil Panen

warga harus jalan kaki selama 13-15 jam untuk menjual hasil panen ke Namlea.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Warga
Kondisi jalan utama di dataran Danau Rana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru, Senin (27/6/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Jalan di Dataran Danau Rana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru terputus.

Kondisi itu menyebabkan akses jalan masyarakat ke Danau RAna beberapa desa tersebut terhambat.

Sehingga hasil panen milik warga tidak dapat diangkut menggunakan kendaraan untuk dijual, baik ke Namlea maupun ke luar daerah.

"Kita sangat butuh bantuan pemerintah, karena akses jalan sudah rusak parah, ditambah masyarakat di dataran Danau Rana punya mata pencarian itu damar. Kalau dengan kondisi jalan seperti ini,mereka tidak bisa diangkut dengan mobil untuk dijual," kata Samsul Bahri Fanolong, salah satu guru di SMA 14 Buru, Desa Persiapan Waegrahi Danau Rana kepadaTribunAmbon.com, Minggu (26/6/2022) malam.

Baca juga: Ini Rekomendasi Pantai yang Tetap Aman Dikunjungi Meski Cuaca Ekstrem di Ambon

Baca juga: Vocal Group Maluku Raih Juara di Pesparawi Nasional XIII

Baca juga: Buron Satu Bulan Lebih, Pelaku Pencurian Uang 8 Juta dan 2 HP Ini Tertangkap di Seram Bagian Barat

Baca juga: Main Judi Online, Pria di Ambon Ini Diamankan Polisi

Diungkapkan Samsul, jalan tersebut sudah rusak lumayan lama, yakni tiga bulan lebih.

Sebelumnya rusaknya hanya kecil dan selalu diperbaiki, namun lantaran hujan lebat sehingga rusaknya makin parah.

"Saat musim hujan kemarin, jalan rusak tersebut tidak bisa diperbaiki secara manual, harus menggunakan alat berat," katanya.

Karena jalan rusak, kendaraan baik roda dua dan empat dari Wamlana hanya bisa sampai di Dusun Manapitu, dan tidak bisa lanjut ke dataran Danau Rana.

"Semua masyarakat di dataran Danau Rana merasa kesulitan, karena jalan putus sehingga akses kendaraan tidak bisa masuk. Kerusakan ini sejak idul fitri kemarin, jadi sudah tiga bulan, sampai dengan saat ini belum dapat diperbaiki," ucapnya.

Dia mengungkapkan, sebelum akses jalan terputus, kendaraan bisa tembus sampai ke dataran Danau Rana, meskipun jalan itu sama sekali belum diaspal, tapi aktivitas kendaraan tetap lancar.

"Jadi sementara masyarakat cuman bisa jalan kaki, ketika pergi ke Wamlana, atau ke Namlea, dan jarak tempuh kurang lebih 13-15 jam perjalanan," kata Fanolong.

"Saya tidak tahu pasti jaraknya berapa kilo, tapi kalau ditempuh dengan jalan kaki, mulai dari sore, sampai di tujuan itu pagi," lanjutnya.

Dia berharap, semoga pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buru bisa melihat kondisi yang terjadi, sehingga masyarakat tidak perlu berjalan jauh.

"Kita sangat butuh bantuan pemerintah, karena akses jalan sudah rusaknya sudah semakin parah, dan itu menambah beban masyarakat," harap Fanolong. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved