Ambon Hari Ini
Banyak Pensiunan, Laturiuw Minta Perhatikan Guru Honorer
Menurutnya, keberadaan guru honorer bisa berpotensi menggantikan banyaknya guru yang akan memasuki masa pensiun.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menaruh perhatian nasib tenaga guru honorer.
Hal itu menyusul banyaknya pensiunan tenaga guru, sehingga menjadi peluang bagi guru honorer.
“Sekarang tangung jawab pemerintah daerah untuk harus memperhatikan guru-guru honorer yang ada,” kata Laturiuw, Senin (27/6/2022).
Menurutnya, keberadaan guru honorer bisa berpotensi menggantikan banyaknya guru yang akan memasuki masa pensiun.
Karena kalau sampai terjadi kekosongan, akan berpengaruh terhadap penerapan kurikulum di sekolah.
“Karena kehadiran mereka itu kan bukan hanya membantu sekolahnya tapi juga membantu mencerdaskan anak-anak dan kehidupan berbangsa yang juga bersekolah disitu. Apalagi kita membandingkan dengan kalau status mereka itu hanya honorer,” ungkapnya.
Baca juga: Rekomendasi Kost Dekat UI untuk Mahasiswa Baru, Mulai dari Rp 600 Ribu per Bulan Free Wifi
Baca juga: Pertamina Dua Kali Mangkir Panggilan DPRD Ambon Bahas Pembatasan Pembelian Pertalite di SPBU
Politisi Gerindra itu meminta agar para guru honorer bisa terus meningkatkan kompetensi mereka agar bisa menjadi pertimbangan bagi Pemkot Ambon.
Hal ini untuk menyelamatkan nasib mereka dari kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Menpan RB) yang bakal menghapus tenaga honorer di seluruh instansi pemerintah, termasuk pemerintah daerah tahun 2023 mendatang.
“Sekarang kami minta soal status dan keberadaan mereka, itu tenaga honorernya bertugas sebagai apa, dia memegang mata pelajaran atau tugas khususnya apa itu yang juga harus dipertimbangkan. Tenaga honorer yang ada di sekolah juga harus meningkatkan kompetensi mereka karena itu memenuhi persayaratan yang sebetulnya juga harus diperhatikan dan juga diperjuangkan,” tandas Laturiuw. (*)