Breaking News:

Ambon Hari Ini

Menurut Christianto Laturiuw, Dana CSR Bisa Turunkan Angka Kemiskinan di Kota Ambon

Menurutnya, pemanfaatan dana CSR bisa menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kota Ambon.

Mesya
Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw meminta Pemerintah Kota Ambon memanfaatkan Perda tentang Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw meminta Pemerintah Kota Ambon memanfaatkan Perda tentang Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurutnya, pemanfaatan dana CSR bisa menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kota Ambon.

Baca juga: Pemkot Ambon Diminta Segera Bentuk Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pasalnya, penggunaan dana CSR berdampak baik pada sektor ekonomi, pendidikan, agama, sosial budaya yang bersumber dari sejumlah perusahaan seperti Jasa Raharja, Bank Indonesia, Pelindo, dan perusahaan milik negara lainnya.

Dana CSR itu bisa membantu pemerintah dalam rangka mempercepat penghapusan angka kemiskinan ekstrim yang terjadi di Kota Ambon,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Rabu (15/6/2022).

Lanjut Laturiuw, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem merupakan langkah percepatan pemberantasan kemiskinan ekstrem di Indonesia yang ditargetkan tuntas pada 2024 mendatang.

Sehingga mulai dari pertengahan tahun 2022 ini, sudah harus ada langkah-langkah apa saja yang dibuat perlahan untuk menurunkan angka kemiskinan ini.

“Terkait dengan itu, komisi akan surati dinas terkait kita akan minta data warga Kota Ambon yang masuk kategori miskini agar dapat dituntaskan secara perlahan di tahun 2022,” ungkapnya.

“Karena sekarang sudah dipertengahan tahun ini apakah sudah ada langkah konstruktif yang dilakukan oleh Pemkot atau tidak? Sehingga tugas pengawasan kami dilapangan juga bisa secara baik dilakukan,” tandas Laturiuw.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), presentase penduduk miskin di Kota Ambon 5,02 persen per tahun 2021.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 2020 yang hanya 4,51 persen.

Sementara, untuk Maluku sendiri masuk dalam 10 besar Provinsi Termiskin di Indonesia.

Maluku berada di urutan keempat dengan presentase 17, 99 persen.

Maluku berada di bawah Papua (26,8 % ), Papua Barat (21,7 % ), dan NTT (21,21 % ). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved