Selasa, 7 April 2026

Maluku Tengah

Mantan Napi Teroris Ajak Warga Haya-Maluku Tengah Amalkan Nilai Pancasila

Mantan Narapidana Teroris, Benyamin Namakule mengajak warga Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehid

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
ISTIMEWA
MALUKU: Yayasan Pemuda Bina Bangsa menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) di Gedung Balai Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (13/6/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Mantan Narapidana Teroris, Benyamin Namakule mengajak warga Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut dilakukannya guna mencegah masuknya pengaruh atau radikalisme di daerah Telutih.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema 'Peran pemuda Haya dalam menangkal bahaya paham radikal dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila' itu, Namakule berharap dapat terus menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di daerah itu.

Kegiatan tersebut terselenggara atas lahirnya keresahan publik berkenaan dengan perubahan dinamika kamtibmas belakangan ini," ucap Namakule yang juga merupakan Ketua Yayasan Pemuda Bina Bangsa.

Perubahan dinamika Kamtibmas, tambah dia, ditengarai oleh adanya dugaan tumbuh kembang paham radikal yang masih menggurita dan tumbuh subur di Maluku, khususnya di Negeri Haya.

Mengingat bahaya paham radikal itu, maka kata Namakule, perlu dilakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat terlebih khusus pemuda Haya.

Edukasi yang digelar di Gedung Balai Negeri Haya itu mengenai bagaimana cara memaknai, mencintai dan mengamalkan nilai - nilai Pancasila.

Menurut dia, pembelajaran tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila penting dilakukan.

Hal ini untuk menguatkan masyarakat agar tidak mudah terpapar ekspansi budaya asing yang masuk dan mencemari idiologi mereka.

Juli 2022, Abua Tuasikal Bakal Lantik 7 Kepala Pemerintah Negeri dan Administratif

Namakule mengaku, derasnya gempuran ekspansi paham radikal kian memprihatinkan.

Secara teknis, ekspansi mereka acapkali mengganggu tumbuh kembang generasi muda dalam membangun bangsa Indonesia terlebih yang ada di Desa Haya.

"Ini sangat berpotensi juga memiliki bahaya laten apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya pencegahan. Sehingga kami kemudian melakukan upaya kongkrit dengan menyelenggarakan FGD bersama pemuda Haya yang pernah terpapar paham radikal," kata dia.

FGD yang diselenggarakan tersebut menghadirkan narasumber yang cukup berkompeten dan sangat dihargai di Negeri Haya.

Seperti Drs. DJ Hatapayo, tokoh agama yang juga Kepala SMA Negeri 9 Maluku Tengah, Jabar Tohiyano, tokoh pemuda Negeri Haya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved