Breaking News:

Kesehatan

Masih Suka Begadang? Awas, Bisa Bikin Pria Disfungsi Ereksi

Menurut The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, disfungsi ereksi adalah kondisi ketika seorang pria tak mampu mendapat a

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / REEPIK/JCOMP)
Ilustrasi Insomnia,(FREEPIK/JCOMP) 

TRIBUNAMBON.COM - Begadang menjadi kegiatan yang bisa memicu terjadinya disfungsi ereksi pada pria hingga melemahkan gairah seks.

Menurut The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, disfungsi ereksi adalah kondisi ketika seorang pria tak mampu mendapat atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat dalam melakukan hubungan seksual.

Di sisi lain, Petar Bajic, MD, ahli urologi dan kesehatan seksual pria yang menjadi moderator pada Men's Health di AUA 2022 menyatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi.

"Seringkali disfungsi ereksi tidak hanya disebabkan oleh satu hal saja, tetapi beberapa faktor penyebab yang berbeda. Secara umum, ini dianggap sebagai masalah aliran darah, terutama bagi pria berusia lima puluhan ke atas,” kata Petar Bajic dikutip dari Everydayhealth.

Sementara itu para peneliti dari Universitas John Hopkins, Baltimore, Amerika Serikat menemukan sebuah fakta bahwa masalah tidur bisa mempengaruhi produksi testosteron, libido rendah, bahkan hingga mengalami disfungsi ereksi.

Baca juga: Melepas Bra Ternyata Punya Banyak Manfaat: Cegah Kanker Payudara hingga Tingkatkan Sirkulasi Darah

Para peneliti kemudian memaparkan temuan tentang masalah tidur yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan produksi testosteron yang rendah.

Insomnia akut meningkatkan hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi ketika kelejar seksual (testis pada pria dan ovarium pada wanita) tidak menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.

Karena hormon yang dihasilkan oleh kelenjar seksual kurang dari yang dibutuhkan tubuh maka bisa mengakibatkan disfungsi ereksi pada pria. Jika terjadi disfungsi ereksi maka hasrat untuk melakukan hubungan seksual menjadi berkurang dan membuat tubuh tidak rileks.

Hormon ini diproduksi ketika kita tidur lelap. Jika kualitas tidur kita terganggu maka meningkatkan risiko hipogonadisme.

Hipogonadisme adalah kondisi ketika kelenjar seksual tidak menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup sehingga dapat mengakibatkan seorang pria mengalami impoten.

Libido rendah karena sleep apnea

Dilansir dari Mayo Clinic, sleep apnea adalah gangguan tidur yang berpotensi serius dimana pernafasan berulang kali berhenti dan muncul secara tiba-tiba.

Ciri-ciri dari sleep apnea adalah tidur mendengkur sangat keras, nafas tersengal-sengal, bangun dengan mulut kering dan sakit kepala, sering mengantuk di siang hari, dan mudah cepat marah.

Sleep apnea sering membuat susah tidur, oleh karena itu hal ini bisa mendorong penderita untuk menghabiskan waktu dengan begadang.

Disfungsi ritme sirkadian

Disfungsi ritme sirkadian semakin meningkatkan risiko libido rendah dan disfungsi ereksi yang lebih tinggi.

Ritme sirkadian adalah jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh berjalan maksimal selama 24 jam.

Pola tidur kita juga diatur oleh ritme sirkadian, kapan harus tidur dan kapan harus bangun.

Jika ritme sirkadian ini terganggu maka pola tidur pun ikut rusak. Biasanya penderita akan tidur di siang hari dan terjaga sepanjang malam.

Temuan-temuan ini menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan hubungan antara kualitas dan jumlah tidur dengan fungsi seksual.

Selain kurang tidur, beberapa faktor lain yang menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi ialah. berusia di atas 50 tahun kebiasaan merokok dan minum alkohol memiliki penyakit kardiovaskular kurang olahraga memiliki berat badan berlebih

(Kompas.com / Elizabeth Ayudya Ratna Rininta / Resa Eka Ayu Sartika)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved