Selasa, 14 April 2026

Ini Manfaat Buah Galoba, Bisa Obati HIV/AIDS hingga Kanker, Simak Penjelasannya

Buah Galoba atau dengan nama latin Hornstedtia alliacea banyak tumbuh di hutan atau kebun di Maluku.

Tanita
Galoba Durian yang ditanam di Taman Nanomedis, Pusat Penelitian Nanoteknologi Dan Rekayasa Inovasi, Universitas Pattimura Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Buah Galoba atau dengan nama latin Hornstedtia alliacea banyak tumbuh di hutan atau kebun di Maluku.

Meski tumbuh liar, buah dengan rasa asam, manis dengan panjang sekitar 3 cm ini memiliki banyak manfaat.

Pasalnya, dalam buah yang termasuk anggota suku jahe-jahean (Zingiberaceae) ini mengandung banyak nutrisi.

Seperti antiokasidan tinggi, antiinflamasi, anti kolesterol.

Kepala Nanotechnology Research Center and Innovative Creation sekaligus Dosen di Universitas Pattimura Ambon, Prof. Hendry Izaac Elim mengatakan berdasarkan hasil penelitiannya sejak 2019, total 12 senyawa terkandung dalam Galoba atau pining bawang jenis Galobe Durian.

Kepala Nanotechnology Research Center and Innovative Creation sekaligus Dosen di Universitas Pattimura Ambon, Hendry Izaac Elim saat menunjukan pohon Galoba yang ia tanam di taman Nano, Unpatti
Kepala Nanotechnology Research Center and Innovative Creation sekaligus Dosen di Universitas Pattimura Ambon, Hendry Izaac Elim saat menunjukan pohon Galoba yang ia tanam di taman Nano, Unpatti (Tanita)

Baca juga: Kecil-kecil Asam Manis, Buah Galoba Ternyata Tinggi Antioksidan

Namun, menurutnya buah galobe jantung yang muncul di pasaran paling baik.

Hal itu ia dapatkan setelah meneliti beberapa jenis Galoba yakni Galoba Jantung, Galoba Durian, juga jenis baru yakni Galoba Elim yang ia temukan.

Beberapa jenis galoba itu pun diambil dari Pulau Ambon, Desa Layeni TNS, juga di Halmahera.

“Total ada 12 senyawa di Galoba Durian, yang paling bagus tetap galoba jantung,” kata Dr. Elim kepada tribunambon.com.

Dari hasil sejumlah penelitiannya tentang buah Galoba yang telah di ekstrak menjadi obat Herbal Blessing itu mampu mencegah berkembangnya virus HIV/AIDS.

Bahkan cara kerja Galoba dibandingkan dengan Lamivudin yang biasa dipergunakan untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS pun lebih baik.

Dr. Elim menjelaskan, saat uji coba, treatmen menggunakan konsentrasi 100 ppm (parts per million) buah galoba dapat membantu mengurangi virus. Kemudian ditambah 800 ppm nampak sejumlah virus tersebut hancur.

“Bisa dicegah supaya jangan berkembang. Kita bandingkan dengan lamivudin – lamivudin ini salah satu obat terkemuka yang dapat mencegah HIV/AIDS. Jadi kita melakukan treatmen.Treatmen galoba konsetrasi 100 ppm terlihat virusnya mulai berkurang, kemudian ditambah lagi konsentrasi delapan kali lipat 800 ppm ada beberapa virus yang hancur,” jelasnya.

Selain HIV/AIDS, lanjutnya, galoba juga cocok sebagai obat kemoterapi kanker.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved