Breaking News:

Emas di Gunung Botak

200 Bak Rendaman & 100 Tenda Milik Penambang Emas di Gunung Botak Dibongkar Aparat

Pembongkaran bak dan tenda dilakukan ketika personil Polres Pulau Buru, Koramil 04 Waeapo dan Subden POM XVI

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Satu unit alat berat jenis ekskavator tengah membongkar bak rendaman di kawasan tambang gunung botak, Kabupaten Buru, Sabtu (21/5/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 200 bak rendaman dan 100 tenda milik penambang di kawasan tambang ilegal Gunung Botak dibongkar aparat gabungan dari TNI Polri.

Pembongkaran bak dan tenda dilakukan ketika personil Polres Pulau Buru, Koramil 04 Waeapo dan Subden POM XVI/ 2-2 Namlea menggelar penertiban hari kedua, di Kali Anahoni, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku, Sabtu (21/5/2022).

Penertiban hari kedua itu dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pulau Buru, Nomor Sprin/653/V/PAM/.3.3./2022, dipimpin langsung Kabag Ops Polres Pulau Buru Akp Uspril W. Futwembun.

Adapaun perwira yang terlibat, diantaranya Kasat Samapta Akp John R. Soplanit, Kapos Pam Gunung Botak Ipda Andre Layan, Kasat Polairud Ipda Jefry J. Manuhuwa, Kasi Propam Ipda Dede S. Rifai, Kapolsek Waeapo Ipda Andreas H. Panjaitan, Kanit IV Sat Reskrim Ipda Carles Langitan, Kasubsiedumasan Siewas Ipda R. Kastem, Pasiaga II Ipda Syamsudin P.

"Telah dirusak 200 bak rendaman dan 100 tenda milik penambang emas tanpa izin di lokasi bantaran sungai kali Anahoni," kata Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, Sabtu malam.

Baca juga: Kecil-kecil Asam Manis, Buah Galoba Ternyata Tinggi Antioksidan

Baca juga: Kedapatan Mencuri di Alfamidi di Ambon, Seorang Perempuan Viral di Facebook

Ia mengungkapkan, ada sebanyak 100 bak rendaman yang tudak beroperasi, namun tetap dibongkar.

"Personil yang bertugas melaksanakan penyisiran dan penertiban tetap bersikap humanis namun tegas. Dan sebelum mereka musnahkan barang milik penambang terlebih sudah menghimbau untuk mengosongkan lokasi pertambangan," tegas Djmaluddin.

Dirinya menjelaskan, bak rendaman dibongkar menggunakan satu unit alat berat jenis ekskavator mini.

"Alat berat tersebut membongkar bak-bak rendaman dengan tujuan agar tidak dapat digunakan lagi. Dan sebelum melaksanakan penertiban kita sudah sosialisasi kepada para penambang," jelasnya.

Adapun personil yang terlibat dalam kegiatan penyisiran hari kedua, sebanyak 112 orang.

Diantaranya, Sat Samapta 28, Sat Reskrim 5, Sat Intel 5, Sat Lantas 4, Sat Binmas 4, Sat Polairud 3, Sie Propam 2, Bag Log 2, Sie Humas 1, Polsek Waeapo 10, Pos Pam Gunung Botak 33, Koramil 04 Waeapo 10 dan Subden POM XVI/ 2-2 Namlea 5. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved