Rabu, 8 April 2026

Kadis Pendidikan Seram Barat Marahi Wartawan Gara-gara Berita Soal Dana Bos

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Johan Tahya, meluapkan kekesalannya ke seorang wartawan terkait pemberitaan soal dana bos.

Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Salama Picalouhata
Tangkapan layar
Kadis Pendidikan Piru Seram Barat Marahi Wartawan Gara-gara Beritakan Soal Dana Bos 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

SBB, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Johan Tahya, meluapkan kekesalannya ke seorang wartawan terkait pemberitaan soal dana bos.

Tepatnya kepada wartawan wartaterkini.news, Fadli Bufakar (32).

Aksi Kadis Johan Tahya marah-marah kepada wartawan tersebut beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Johan tak terima dengan pemberitaan soal adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di seluruh sekolah SD dan SMP Tahap pertama di kabupaten SBB Tahun 2022.

Menurutnya informasi tersebut tak benar.

Terlebih karena tak ada konfirmasi sama sekali terkait informasi tersebut, membuatnya tak terima.

Baca juga: Duh, Dinas Pariwisata Tak Beri Dukungan tuk Peserta Asal Ambon Ikut Ajang Puteri Heritage

Baca juga: KPK Segera Panggil Tersangka Penyuap Wali Kota Ambon

Ia pun meluapkan kekesalannya saat bertemu wartawan bersangkutan di Kantor Bupati, Selasa (17/5/2022) tadi.

"Saya bilang kasih naik berita baik-baik, karena berita yang dimuat itu salah, karena tidak konfirmasi ke saya," kata Tahya dalam video berdurasi 20 detik tersebut.

Diketahui dalam berita yang ditayangkan Senin (16/5/2022) itu, memuat wawancara dengan salah satu kepala sekolah terkait dugaan pemotongan dana BOS sebesar 1 persen setiap dananya dicairkan.

Sementara itu, diakui Fadli Boufakar, Tahya mengancamnya dengan kata, "Nanti Ose Liat".

"Kemudian selebihnya ada dalam video," kata dia.

"Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12:14 WIT, saya berada di Kantor Bupati lantai satu tepatnya di depan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten SBB, tiba-tiba Kadis Pendidikan muncul dari pintu masuk kantor Bupati. Ketika melihat saya dia langsung menyebut kamu Fadli Bufakar, sayapun menjawab iy,. Setelah itu dia langsung ngamuk dan mengeluarkan ancaman "nanti ose liat", serta menyebutkan saya bodok," kata Bufakar saat dikonfirnasi TribunAmbon.com, Selasa siang.

Hingga berita ini ditulis, TribunAmbon.com sedang mencoba mengonfirmasi Kadis Johan Tahya terkait dugaan ancaman tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved