Breaking News:

Jemaat Gereja Diusir Aparat

Dihadapan Prajurit Lanud Pattimura, Oma Tupa Memohon Namun Diusir

Mendengar penjelasan itu, Oma menjelaskan kondisi kakinya yang sakit sehingga tidak dapat menggunakan sepatu yang menutup utuh keseluruhan kaki.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Ona Tupulessy, salah satu korban pengusiran aparat Lanud Pattimura. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan tahun beribadah di Gereja Kategorial, menjadi kali pertama Ona Tupulessy diusir aparat Lanud Pattimura.

Hanya karena sepatu yang dipakainya, perempuan berusia 77 tahun itu berhadapan dengan prajurit bertubuh tinggi kekar.

Dia bersama puluhan jemaat kategorial diusir aparat Lanud Pattimura saat akan beribadah, Minggu (15/5/2022) pagi.

Sempat terdiam sejenak, prempuan yang akrab disapa Oma Tupa itu menanyakan berulang alasan dia tidak diperbolehkan masuk untuk beribadah.

“Ini perintah dari komandan untuk cegah mereka masuk menggunakan sepatu yang dipakai seperti Oma ini,” kata Oma Tupa mengulangi pernyataan salah seorang anggota TNI itu kepada TribunAmbon.com, Senin (16/5/2022).

Mendengar penjelasan itu, Oma menjelaskan kondisi kakinya yang sakit sehingga tidak dapat menggunakan sepatu yang menutup utuh keseluruhan kaki.

Namun, aparat tetap bersikeras tidak mengizinkan dirinya masuk.

Baca juga: Jemaat Gereja Kategorial Bantah Danlanud Pattimura Sebut Mereka Pakai Sendal Jepit

Baca juga: Ketua Sinode; Masyarakat Maluku Tak Pernah ke Gereja Pakai Sandal, Apalagi Jemaat GPM

Oma mengaku sampai memohon karena niatnya untuk beribadah, namun tetap saja tidak dihiraukan.

“Biar kaki sakit, tapi tetap tidak bisa masuk,” ujarnya.

Dia pun menyesalkan kejadian yang dinilainya sangat berlebihan itu.

Apalagi aturan penggunaan sepatu tidak pernah disosialisasikan kepada jemaat.

Sementara itu, warga lainnya menilai sikap TNI merupakan intimidasi terhadap warga.

Diduga, intimidasi itu berkaitan sengketa lahan yang hingga kini belum terselesaikan.

Lantaran, ini menjadi kejadian pertama setelah sekian lama jemaat beribadah dengan penggunaan atribut yang sama.

Sepatu yang digunakan pun sopan dan sangat layak untuk beribadah.

“Saya rasa itu akibat pernah terjadi konflik tanah antara umat dengan AURI. Seharusnya kita pisah, antara dunia dengan iman,” kata Thea Samual.

Baca juga: Wakil Rakyat Duga Pengusiran Jemaat Gereja Kategorial Ada Kaitannya dengan Sengketa Lahan Tawiri

Baca juga: Hanya Gara-gara Sepatu, Puluhan Jemaat Gereja di Ambon Diusir Aparat Lanud Pattimura

“Ini intimidasi kepada umat,” tegasnya.

Diberitakan, Puluhan jemaat Gereja Kategorial Negeri (Desa) Laha, Kota Ambon diusir aparat Lanud Pattimura saat hendak beribadah di gereja yang berada di kawasan Markas Lanud.

Kejadian berlangsung di depan markas Lanud, Minggu pagi.

Sementara itu, Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas. A. Dhewo menyampaikan warga menggunakan sendal jepit sehingga diminta mengganti sepatu.

“Saat ke gereja pun, satu dua orang menggunakan sendal jepit, tapi ada yang membawa sepatu sehingga mereka mengganti. Ada juga sedikit simpang siur mengkategorikan sendal jepit itu seperti apa, jadi ada mis disitu. Kemudian ada yang memprovokasi dibilang kami tidak boleh beribadah, padahal sesungguhnya tidak,” jelasnya dalam jumpa pers, Minggu Sore. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved