Jumat, 17 April 2026

Jemaat Gereja Diusir Aparat

Jemaat Gereja Kategorial Bantah Danlanud Pattimura Sebut Mereka Pakai Sendal Jepit

Mereka pun menegaskan tidak ada penggunaan sandal jepit seperti yang disampaikan Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas. A. Dhewo

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Sumber; Istimewa
Ini model sepatu yang dilarang aparat Lanud Pattimura Ambon, jemaat Gereja Kategorial akhirnya diusir, Minggu (15/5/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Jemaat Gereja Kategorial Negeri (Desa) Laha menyesalkan tindakan pengusiran oleh aparat Lanud Pattimura hanya lantaran sepatu yang dipakai saat akan beribadah, Minggu (15/5/2022) pagi.

Menurut mereka, kejadian itu tidak seharusnya terjadi, apalagi sepatu yang digunakan sangat layak dan sopan.

Mereka pun menegaskan tidak ada penggunaan sandal jepit seperti yang disampaikan Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas. A. Dhewo dalam pernyataannya kepada media, Minggu (15/5/2022) sore.

Salah satu korban pengusiran mengaku memberikan penjelasan kepada salah seorang prajurit jenis sepatu yang digunakan bukan sendal jepit.

Namun tetap saja tidak diizinkan untuk masuk dan beribadah di gereja yang berada dalam kawasan markas militer angkatan udara itu.

“Atas perintah komandan, harus sepatu yang ujung jarinya tidak kelihatan,” ujar salah satu korban pengusiran, Betsy Saukoli kepada TribunAmbon.com, Senin (16/5/2022).

Baca juga: Hanya Gara-gara Sepatu, Puluhan Jemaat Gereja di Ambon Diusir Aparat Lanud Pattimura

Baca juga: Begini Tanggapan Ketua Sinode GPM Soal Larangan Masuk Kompleks Militer Pakai Sandal

Dia pun sempat meminta anggota TNI untuk mengkonfirmasi kembali jenis sepatu apa yang dilarang.

Namun aparat bersikeras tidak mengizinkan dia dan jemaat lainnya melewati gerbang utama.

“Coba cermati dulu perintah komandan, jangan sampai itu dilarang pakai sendal jepit, tetapi jawabnya itu tidak ini perintah komandan,” jelasnya.

Serupa dengan itu, korban lainnya mengaku heran lantaran sepatu yang sama digunakan tidak pernah bermasalah, dan baru kali ini dilarang.

Sosialisasi penggunaan sepatu dan atribut lainnya sesuai peraturan dinas dalam (PDB) pun tidak pernah disosialisasikan kepada jemaat.

“Sepatu kita layak, bukan sandal jepit,” tandas Leny Merisaby.

Diberitakan, Puluhan jemaat Gereja Kategorial Negeri (Desa) Laha, Kota Ambon diusir aparat Lanud Pattimura saat hendak beribadah di gereja tersebut.

Kejadian berlangsung di depan markas Lanud, Minggu pagi.

Sementara itu, Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas. A. Dhewo menyebut warga menggunakan sendal jepit sehingga diminta mengganti sepatu.

“Saat ke gereja pun, satu dua orang menggunakan sendal jepit, tapi ada yang membawa sepatu sehingga mereka mengganti. Ada juga sedikit simpang siur mengkategorikan sendal jepit itu seperti apa, jadi ada mis disitu. Kemudian ada yang memprovokasi dibilang kami tidak boleh beribadah, padahal sesungguhnya tidak,” jelasnya dalam jumpa pers, Minggu Sore. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved