Jumat, 17 April 2026

Ambon Hari Ini

Gubernur Maluku Buka Digifest 2026, Perkuat Ekonomi Syariah dan Digitalisasi

Gubernur Maluku membuka Digifest 2026 yang fokus pada penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Novanda Halirat
SALAM FEST X MOLUCCAS DIGIFEST- Potret bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, usai membuka acara Salam Fest X Moluccas Digifest yang diselenggarakan BI Maluku, di Taman Pattimura, Kota Ambon, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku membuka Digifest 2026 yang fokus pada penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi.
  • Kegiatan ini mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi dan sistem pembayaran digital seperti QRIS.
  • Bank Indonesia menargetkan peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membuka Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 di Taman Pattimura, Ambon, Kamis (16/4/2026). 

Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi difokuskan pada penguatan ekonomi syariah dan percepatan digitalisasi di Maluku.

Acara yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku bersama Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon ini diikuti puluhan pelaku UMKM yang memamerkan produk mereka, sekaligus mendorong transaksi menggunakan sistem pembayaran digital.

Baca juga: Tolak Pemindahan, Massa Aksi Minta Sidang Bripda Siahaya Tetap Digelar Tual

Baca juga: Diselundupkan Penumpang KM Dorolonda, Polisi Sita 32 Liter Sopi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya peran ekonomi syariah dan digitalisasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang pada triwulan IV 2025 mencapai 5,44 persen (year on year). 

Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi kunci dalam memperkuat UMKM dan memperluas akses pasar.

“Digitalisasi adalah kebutuhan. Sistem pembayaran modern akan menciptakan efisiensi dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju FESYAR Kawasan Timur Indonesia dan FEKDI. 

Fokusnya adalah meningkatkan literasi ekonomi syariah serta penggunaan pembayaran digital seperti QRIS.

“Kami mendorong pelaku UMKM, khususnya di sektor modest fashion dan halal food, agar lebih kompetitif dan memiliki akses pembiayaan yang lebih luas,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan peluncuran sistem pembayaran digital di tiga titik ruang publik di Kota Ambon sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan digital.

Rangkaian acara diisi dengan edukasi ekonomi syariah, promosi digitalisasi, serta pameran produk unggulan UMKM lokal.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved