Minggu, 19 April 2026

Berita Nasional

Penjelasan Pihak Pertamina soal Kabar Harga Pertalite dan Solar akan Mengalami Kenaikan

Akun ini juga menuliskan hal yang sama. Pertalite akan naik harga disebut untuk menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan. 

TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah warganet menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar akan mengalami kenaikan.

Salah satu warganet yang menarasikan hal itu adalah akun ini di grup Facebook Innova Reborn Lover pada Kamis (14/4/2022).

"Rupanya SOLAR dan pertalite mau naik juga harga," demikian tulis pemilik akun.

Akun ini juga menuliskan hal yang sama. Pertalite akan naik harga disebut untuk menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Bentar lagi bensin jenis pertalite naik, tarif listrik juga naik, LPG 3kg naik. Alesannya buat hemat APBN ya gaeess," tulis pemilik akun.

Lantas, benarkah harga Pertalite dan Solar akan naik? Bagaimana penjelasan Pertamina?

Baca juga: Pertashop di Maluku Tak Layani Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina

Baca juga: Pertamina Larang Pembelian Pertalite Menggunakan Jeriken atau Drum, Lapor Jika Ada yang Melanggar

Baca juga: Pertamina Klaim Suplai BBM Wilayah Papua-Maluku Aman, Jadi Tak Ada yang Antri

Baca juga: Pertamina: Laporkan Bila Ada SPBU yang Layani Pembelian BBM Subsidi Pakai Jeriken

Kata Pertamina

Terkait hal itu, Kompas.com menghubungi Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting

Irto mengatakan, penyesuaian harga BBM menjadi kewenangan pemerintah.

"Harga BBM bersubsidi merupakan kewenangan Pemerintah," ujar dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (15/4/2022).

Sinyal kenaikan harga Pertalite dan Solar

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com, Rabu (13/4/2022), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar.

Hal itu sebagai respons dari tingginya harga minyak mentah dunia.

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, penyesuaian harga Pertalite dan Solar menjadi langkah jangka menengah-panjang pemerintah dalam menghadapi harga minyak dunia yang kini mencapai 100 dollar AS per barrel.

Adapun kenaikan harga minyak dunia diakibatkan konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang membuat harga minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) per Maret 2022 sebesar 98,4 dollar AS per barrel.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved