Breaking News:

Pertamax Naik

Pertamina Larang Pembelian Pertalite Menggunakan Jeriken atau Drum, Lapor Jika Ada yang Melanggar

Pertamina resmi mengeluarkan aturan tentang pelarangan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken.

TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Dua warga tampak menenteng jirigen berukuran 50 liter di SPBU Masohi, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Pertamina resmi mengeluarkan aturan tentang pelarangan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken.

"Sehubungan dengan perubahan status Pertalite dari Jenis BBM Umum (JBU) menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), maka bersama ini kami tegaskan bahwa SPBU/Lembara Penyalur DILARANG melayani pembelian Pertalite dengan jeriken/drum yang digunakan untuk diperjualbelikan kembali (pengecer)," ujar Fedy Alberto, Region Manager Retail Sales Jatimbalinus, dalam keterangan resminya.

Fedy menambahkan, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi perhatian utama pelayanan di SPBU/Lembaga Penyalur BBM, mengingat Pertalite merupakan BBM jenis Gasoline yang termasuk kategori barang mudah terbakar.

"Apabila terjadi pelanggaran pelayanan Pertalite, maka akan diberi pembinaan/sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Fedy.

Definisi dari JBKP dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Pertamina menjamin stok Pertalite aman sesuai kebutuhan dan tidak ada kenaikan harga.

JBKP adalah bahan bakar yang berasal dan/atau diolah dari minyak bumi yang telah dicampurkan dengan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain dengan jenis, standar, dan mutu tertentu yang didistribusikan di wilayah penugasan.

Sementara untuk Pertalite sendiri, berarti pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina untuk mendistribusikan Pertalite di wilayah tertentu dan disertai penetapan kuota tahunan yang disubsidi. Subsidi dari pemerintah ke Pertamina diambil dari dana APBN.

Baca juga: Pertamina Klaim Suplai BBM Wilayah Papua-Maluku Aman

Laporkan Bila Ada SPBU yang Layani Pembelian Pakai Jeriken

Sales Branch Manager PT Pertamina Maluku, Yunus Muharahman mengaku akan menindak tegas pihak SPBU yang kedapatan melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken.

"Kalau kedapatan ada yang melayani pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken, lapor ke pertamina biar kita menindak SPBU yang bersangkutan," kata Yunus kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Ambon, Selasa (5/4/2022).

Ia menerangkan, penindakan yang akan diberikan ke SPBU bersangkutan dimulai dengan pembinaan level satu, dua hingga tiga.

Jika memang SPBU tetap saja melakukan hal yang sama meskipun sudah diberikan pembinaan, barulah Pertamina mengambil langkah Pembutusan Hubungan Usaha (PHU).

"Tapi untuk sampai ke tingkat PHU, kita lewati tahap-tahap lah. Bikin pendekatan persuasif, teguran lisan, dan beberapa tahap lainnya. Kalau memang sudah tak bisa lagi, barulah kita berikan sanksi PHU," jelasnya.

Kata Yunus, pengawasan di SPBU tak hanya menjadi kewenangan Pertamina saja.

Namun, pengawasan itu harusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

"Tanggungjawab pengawasan bukan saja di Pertamina, tapi masing-masing pihak juga memiliki tanggungjawab itu. Jadi mari sama-sama kita awasi ini," pintanya. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved