Minggu, 3 Mei 2026

Mahasiswa Unpatti Ini Keliling Teluk Ambon Tawarkan Keripik Pisang Bumbu Warisan Nenek

Keripiknya buatannya dari bahan pisang tanduk dan dibumbui dengan rempah warisan nenek.

Tayang:
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Petrus Manusu saat menawarkan keripik pisang di salah satu kafe di Kawasan Poka, Ambon, Selasa (30/3/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rerata lima jam per hari Petrus Manusu masuk keluar restoran dan cafe serta mendatangi tongkrongan anak muda di area Pantai Kota Jawa, Teluk Ambon.

Setiap pengunjung dia sambangi, menawarkan keripik pisang buatannya.

“Ada rasa pedas dan original,” kata pria yang akrab disapa Etus itu saat berbincang dengan TribunAmbon.com di pusat kuliner Kota Jawa, Selasa (30/3/2022) malam.

Baca juga: Pastikan Awal Ramadan, BMKG Ambon Bakal Pantau Hilal Jumat Besok

Baca juga: Wakil Gubernur Maluku Sebut Banyak Mega Proyek Bakal Dibangun, Termasuk Lumbung Ikan Nasional

Dikemas rapi dalam plastik bening tebal dan diberi label laiknya kripik yang berhasil masuk etalase gerai modern.

Keripik pisang Arak
Keripik pisang Arak (TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena)

Etus pun penuh percaya diri dan menunjukan dia asongan yang profesional.

“Arak, nama keripiknya,” cetusnya.

Dijelaskan, keripiknya buatannya dari bahan pisang tanduk dan dibumbui dengan rempah warisan nenek.

Dijual seharga Rp 10 ribu per bungkus.

“Gurih dan tentunya berasa bumbunya,” cetusnya.

Setiap harinya, Etus berjualan keliling di kawasan Kecamatan Teluk Ambon, mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIT.

Etus sendiri adalah seorang mahasiswa semester empat di Fakultas Hukum Universitas Pattimura.

Jualan keripik baru dilakoninya Januari 2022, dengan modal satu sikat pisang, kini produksinya sudah mencapai 5 sikat pisang atau 100 bungkus per sekali produksi.

Hasil penjualan Kripik Arak itu dia pakai untuk kebutuhan bayar indekost, transportasi hingga biaya pengerjaan tugas kuliah.

“Saya dapat beasiswa, sehingga uang kuliah aman lah,” ujar

Dia mengaku, tidak malu berjualan dan bahkan optimis produk kripiknya bisa terkenal.

“Sementara masih asongan, tapi berharap bisa punya lapak sendiri,” harapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved