Ambon Hari Ini

600 Anak di Ambon Lebih Pendek Dibandingkan Teman Seusianya, Kenapa?

Data tersebut dipaparkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Ambin, Yusda Tuharea kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).

(Unsplash/Charlein Gracia)
Ilustrasi tinggi anak. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - 600 anak di Kota Ambon bertubuh lebih pendek dari anak seusinya.

Data tersebut dipaparkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Ambin, Yusda Tuharea kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).

Dikatakan, anak-anak itu mengalami stunting atau bertubuh pendek akibat kekurangan gizi.

Tuharea menuturkan, hasil itu didapat dari verifikasi Dinas Kesehatan Kota Ambon di 38 Desa dan Negeri yang jadi lokus stunting.

Baca juga: Jadwal Kapal Perintis di Maluku Hari Ini, Kamis 10 Maret 2022

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang Saat Melaut di Hatu Belum Ditemukan

Berdasarkan verifikasi itu terdapat 600 anak dari 13.122 anak usia 0 hingga 5 tahun alami stunting dengan prevalesi 4,6 persen.

"Sebanyak 600 anak usia 0-59 bulan di 38 lokus yang menjadi prioritas di kota Ambon mengalami pertumbuhan yang pendek dan sangat pendek atau kekerdilan," Tuharea.

Dirincikannya, Desa Wayami miliki kasus stunting paling banyak yakni 75 Balita dark sasadan 364 Balita.

Kemudian di kelurahan Tihu dan Rijali sebanyak 35 balita.

Lanjutnya, lokus di tahun 2022 meningkat dibanding 2021 yang hanha 12 lokus.

Dinkes pun berkomitmen untuk menekan angka itu hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

"Kami berkomitmen menekan angka kekerdilan hingga 14 persen pada 2024," tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved