Breaking News:

Nasional

4 Aturan PPKM Jawa-Bali: Syarat Antigen dan PCR Dihapus, Turis ke Bali Bebas Karantina

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, syarat te

Editor: Adjeng Hatalea
Youtube Sekretariat Presiden
Perpanjangan PPKM 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, syarat tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik dihapus.

Penghapusan syarat tes antigen dan PCR ini berlaku bagi pelaku perjalanan yang telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. 

Hal itu disampaikan Luhur melalui keterangan pers evaluasi PPKM secara virtual pada Senin (7/3/2022) sore.

"Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal hari ini, kita akan memberlakukan kebijakan sebagai berikut, pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen dan PCR negatif," ujar Luhut.

Pelaku perjalanan domestik adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota di dalam wilayah Indonesia dengan menggunakan transportasi pribadi maupun umum baik melalui jalur darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyebrangan, dan udara.

Berikut kebijakan menuju transisi era kehidupan normal yang disampaikan Menko Luhut.

1. Syarat PCR dan antigen dihapus

Mengutip Kompas.com, Senin (7/3/2022), Luhut mengatakan, saat ini pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi udara, darat, dan laut bisa melakukan perjalanan tanpa menunjukkan bukti hasil tes antigen atau PCR negatif.

Namun, pelaku perjalanan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diberikan, yakni telah menerima vaksinasi dosis kedua dan lengkap.

“Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen maupun PCR negatif,” terang Luhut.

Aturan tersebut akan segera ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) yang akan diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang akan dirilis dalam waktu dekat.

2. Kompetisi olahraga boleh dihadiri penonton

Selain aturan perjalanan, pemerintah juga menerapkan izin menonton kegiatan kompetisi olahraga dengan kapasitas sesuai level PPKM daerah masing-masing. Penonton dapat menyaksikan kegiatan olahraga dengan syarat sebagai berikut:

  • Sudah menerima vaksinasi booster,
  • Menggunakan aplikasi PeduliLindungi

Sementara itu, aturan kapasitas penonton kegiatan olahraga berdasarkan level PPKM, di antaranya:

  • Daerah PPKM level 4: 25 persen
  • Daerah PPKM level 3: 50 persen
  • Daerah PPKM level 2: 75 persen
  • Daerah PPKM level 1: 100 persen. 
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved