Maluku Terkini

Ambil Peran Majukan Sektor Perikanan Maluku, Kodam Pattimura dan Unpatti Bakal Budidaya Rumput Laut 

Provinsi Maluku dikenal memiliki sektor perikanan yang sangat potensial dan menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Indonesia.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
ist
Pangdam XVI Pattimura, Richard Tampubolon bersama Rektor Unpatti Ambon, M.J Sapteno saat mengunjungi Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, Jum'at (25/2/2022). 

Laporan praktikum TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Provinsi Maluku dikenal memiliki sektor perikanan yang sangat potensial dan menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Indonesia.

Namun, potensi tersebut masih belum mampu dikembangkan dengan baik oleh pemerintah daerah.

Untuk itu, Pangdam XVI Pattimura, Richard Tampubolon bersama Rektor Unpatti Ambon, M.J Sapteno mengunjungi Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, Jum'at (25/2/2022).

Adapun dalam pertemuan itu, Kodam dan Civitas Akademika menawarkan sejumlah masukkan terkait peran dan kontribusi kepada Menteri KKP.

"Kita perlu mengambil peran untuk sama-sama memajukan sektor perikanan di Maluku," kata Tampubolon. 

Di antaranya melakukan budidaya rumput laut di beberapa wilayah perairan yang sangat potential di bumi raja-raja.

Beberapa jenis rumput laut yang bernilai ekonomis yakni Eucheuma cottonii, Eucheuma edule, G. Coronopifolia, Gracilaria sp dan Gelidium sp.

Eucheuma cottonii yang merupakan rumput laut alga merah itu memiliki tingkat permintaan cukup tinggi baik di dalam maupun luar negeri.

Sehingga, budidaya rumput akan menjadi sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat kedepannya.

Selain itu, mereka juga mendorong adanya bapak angkat bagi nelayan atau pembudidaya ikan di Maluku.

Dengan begitu dapat memfasilitasi pemasaran dan peningkatan mutu hasil perikanan yang ada saat ini.

Juga disarankan, pengembangan bank benih (hatchery) di Maluku dengan menggandeng mitra kerja.

"Nah, pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk yang memiliki nilai tambah juga perlu untuk dilakukan," ujarnya

Terakhir, Tampubolon dan Sapteno bakal berupaya menjaga ekosistem laut dan ecotourism dengan melibatkan kelompok masyarakat pemuda.

Baik dari desa atau negeri setempat dalam pengawasan pengelolaan limbah maupun dalam pengembangan lokasi-lokasi wisata bahari di Maluku.

Keduanya berharap dapat turut berkontribusi maksimal dalam upaya pemerintah memajukan sektor perikanan.

Perlu diketahui, saat ini total potensi lahan budidaya rumput laut yang telah teridentifikasi di Maluku mencapai 19.509,29 hektar. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved