Breaking News:

Menuju 2024

Sesali Munculnya Baliho Jeffry - Umasugi, Louhenapessy: Itu Permainan Oknum

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Maluku, Richard Louhenapessy menyesalkan munculnya Baliho Jeffry - Umasugi, Jum'at (14/1/2022).

Muh Ridwan Tuasamu
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat konferensi pers di Balai Kota Ambon, Sabtu (15/1/2021). Dia menanggapi dicabutnya baliho Jeffr0-Umasugi Menuju Pemilu 2024. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Maluku, Richard Louhenapessy menyesalkan munculnya Baliho Jeffry - Umasugi, Jum'at (14/1/2022).

Munculnya Baliho Jenderal Bintang Tiga, Jeffry Rahawarin berpasangan dengan Ramli Umasugi itu disebutnya bukan langkah politik yang bijak.

Ia meyakini baliho berukuran sedang tersebut bukan merupakan pesanan dari Ketua DPD Golkar Maluku, Ramli Umasugi.

"Saya menyesali hal itu, tapi itu bukan order dari ketua DPD," kata Louhenapessy, Sabtu (15/1/2022).

Menurutnya terpasangnya baliho tersebut adalah ulah oknum yang tidak paham aura dan semangat Golkar secara komprehensif.

Kader senior partai berlambang pohon beringin itu menyebut ulah oknum sangat merugikan partai.

Terlebih bagi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto yang sedang menyiapkan diri maju sebagai Calon Presiden 2024 nanti.

Baca juga: Baliho Jeffry - Umasugi Raib, Richard Louhanapessy: Yang Jelas Bukan Saya yang Cabut

Juga merugikan Ketua DPD Golkar Maluku, Ramli Umasugi.

Sebab untuk menentukan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku harus melalui mekanisme survey internal partai lebih dulu.

"Sangat merugikan Ketum dan Ketua DPD Maluku, mekanismenya itu harus melalui rekomendasi partai," ujarnya

Penilaian masyarakat terhadap permainan politik Golkar pun akan memburuk.

Hal itu tentunya akan mempengaruhi elektabilitas dan popularitas kader Golkar yang nantinya maju merebut Maluku satu.

Sebelumnya Baliho Jeffry - Umasugi sempat beredar di sosial media WhatsApp pada Kamis (13/1/2022) lebih dulu.

Sehari setelahnya yakni Jum'at (14/1/2022) Baliho berukuran sedang justru terpampang di pertigaan Jalan Rijali - Jalan Dr. Kayadoe, Sirimau, Kota Ambon.

Meski akhirnya dicabut pada malam hari setelahnya hanya terpajang selama kurang lebih 3 jam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved