Breaking News:

Vaksinasi Masal

Jelang Vaksinasi Anak, Pemkot Ambon Datangi Orang Tua Siswa

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan sosialisasi dilakukan secara serempak di Negeri (Desa) dan Kelurahan binaan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz di Balai Kota Ambon, Senin (25/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai sosialisasikan vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di sekolah.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan sosialisasi dilakukan secara serempak di Negeri (Desa) dan Kelurahan binaan masing – masing OPD.

“Hari ini dan juga besok (Jumat 7/1/2022), seluruh OPD Pemkot lakukan sosialisasi di desa binaan bersama Dinas Kesehatan dengan melibatkan puskesmas dan puskesmas pembantu setempat untuk sosialisasi vaksinasi bagi anak 6-11 tahun yg dilakukan di sekolah – sekolah,” ungkap Jubir disela – sela acara sosialisasi pada SD Negeri 91, Desa Waiheru, Kamis (6/1/2022).

Lanjut Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon ini, pada sosialisasi di Desa Waiheru yang merupakan desa binaan Dinas Kominfo, turut dihadiri orang tua siswa dari SD Negeri 54 dan 55 Desa Nania.

“Kami berharap lewat sosialisasi hari ini seluruh orang tua yg hadir akan menjadi humas Pemkot Ambon untuk mereka sampaikan informasi yang baik, memotivasi dan memberikan semangat bagi anak-anak untuk dapat menyiapkan diri mengikuti vaksinasi,” jelasnya.

Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas, Korban Dilarikan ke RS Al Fatah Ambon dalam Kondisi Kritis

Baca juga: 52 Hari Berlalu, Apa Kabar Kasus Video Mesum Selebgram Ambon? Ini Penjelasan Roem Ohoirat

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun rencananya akan dilaksanakan di masing – masing satuan pendidikan tingkat SD pada 11 – 12 Januari 2022 mendatang dengan interval pemberian booster (dosis kedua) selama 28 hari.

Pelaksanaan vaksinasi anak wajib didampingi oleh orang tua dengan melampirkan surat pernyataan bersedia divaksin.

“Vaksinasi ini juga sebagai persyaratan pelaksanaan PTM terbatas bagi siswa SD,” imbuhnya.

Terkait dengan sosialisasi ini sendiri, lanjut Adriaansz, mendapatkan reaksi yang beragam dari orang tua siswa.

Ada yang mendukung tetapi juga ada yang masih ragu lantaran dipicu informasi hoax tentang vaksinasi.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di SD Negeri 91 Waiheru, tapi juga di beberapa sekolah yang sudah infokan ke Dinkes mengalami kondisi yang sama, masih banyak orangtua yang ragu krn terlalu banyak informasi hoax yang beredar bahwa akan ada dampak negatif bagi anak, namun setelah kami jelaskan mereka bisa memahami,” tuturnya.

Di Maluku, baru Kota Ambon yang diizinkan melaksanakan vaksinasi anak oleh Pemerintah Pusat, tetapi diluar Maluku sudah ada 10 provinsi yang sudah lakukan vaksinasi anak, mulai Desember 2021.

“Hingga saat ini tidak ada kasus yang luar biasa, semuanya dalam kontrol oleh tenaga medis, dan selaku pemerintah kita sudah memberikan motivasi bagi orang tua sehingga mereka tidak ragu membawa anaknya untuk dilakukan vaksinasi sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” tandas Adriaansz. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved