Breaking News:

Ambon Hari Ini

4,4 Miliar Uang Negara Diselamatkan Kejati Maluku dalam 2 Tahun

Mugopal merincikan penyelamatan kerugian keuangan negara paling banyak pada tahun 2020 yakni sebesar Rp 3,1 miliar.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Konferensi pers capaian Kinerja Kejati Maluku tahun 2021 di Kejati Maluku, Selasa (4/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,4 Miliar.

Demikian disampaikan Kajati Maluku, Undang Mugopal saat konferensi pers di Kejati Maluku, Selasa (4/1/2022) siang.

Mugopal merincikan penyelamatan kerugian keuangan negara paling banyak pada tahun 2020 yakni sebesar Rp 3,1 miliar.

Sementara di tahun 2021 menurun sebesar Rp 1.323.979.500.

“Untuk uang negara yang diselamatkan oleh Kejati Maluku di tahun 2021 sebesar Rp 1.323.979.500. Ini sedikit menurun dari tahun 2020 yaitu sebesar Rp 3.1 Miliar,” kata Mugopal.

Lanjutnya, jumlah itu didapat dari sejumlah kasus korupsi yang ditangani Kejati Maluku.

Tercatat 51 berkas perkara tindak pidana khusus yang didominasi kasus korupsi telah dilimpahkan ke Pengadilan pada tahun 2021.

Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2020 yang hanya sebesar 20 berkas.

Baca juga: Latupono Tegaskan Sebelum 10 Januari, Laskar Ganjar-Puan Hadir Penuh di Maluku

Baca juga: Longboat Terbalik di Perairan Desa Pela-Pulau Buru, 16 Selamat 1 Meninggal Dunia

“Untuk tahun 2020, 31 kasus ditahap penyelidikan dan 21 berkas di tahap penyidikan. Sementara tahun 2021, 38 berkas perkara ditahap penyelidikan dan 60 kasus tahap penyidikan,” lanjutnya.

Mugopal mengakui, jumlah besar kerugian keuangan negara tak jadi syarat utama keberhasilan penanganan kasus di Maluku namun harus dilihat dari dampak yang diberikan.

“Misalkan seperti kasus korupsi Retribusi Pasar Mardika, kerugian keuangannya tidak terlalu besar tapi harus dilihat dampak dan pengaruhnya,” tambah Mugopal.

Mugopal menjelaskan kasus korupsi yang telah dilimpahkan ke pengadilan tak ada satu pun perkara terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Namun, ia berharap akan lebih fokus lagi untuk mengungkap kasus kejahatan yang mengarah pada tindak pencucian uang.

“Mudah-mudahan tahun 2022 ini selain korupsi, kita akan coba TPPU, kita akan investigasi dan mudah-mudahan berhasil,” tandasnya.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved