Breaking News:

Nasional

Izinkan PTM 100 Persen di Sekolah meski Masih Pandemi, Ini Alasan Kemendikbud

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Suharti menyampaikan alasan diterbitkannya kebijakan b

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Suka Cita Siswa SD di Masohi saat memulai Sekolah Tatap Muka di ruang kelas. Masohi, Senin (6/9/2021) 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Suharti menyampaikan alasan diterbitkannya kebijakan baru terkait pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah.

Suharti mengatakan, salah satu alasan Kemendikbud Ristek kini mengizinkan PTM 100 persen digelar karena pertimbangan situasi pandemi Covid-19 sudah mulai membaik di akhir tahun 2021 lalu.

“Dalam beberapa bulan terakhir tahun 2021, sudah banyak progres kondisi pandemi (Covid-19) juga membaik, situasi PPKM juga menurun,” kata Suharti dalam “Webinar Penyesuaian Kebijakan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahun 2022”, Senin (3/1/2022).

Selain itu, Suharti menyampaikan, selama pandemi Covid-19 bidang pendidikan banyak mendapat dampak negatif. Salah satunya, angka putus sekolah meningkat di jenjang sekolah dasar (SD).

Ia juga mengatakan banyak kepala lembaga perguruan tinggi di Indonesia yang menyampaikan banyak mahasiswa menjadi tidak aktif kuliah.

“Sebagai contoh saja anak-anak yang putus sekolah untuk anak SD saja ini meningkat 10 kali lipat dibanding tahun 2019,” ungkap dia.

Selanjutnya, Suharti mengatakan banyak orangtua yang mendapat tekanan ekonomi saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Hal tersebut, juga membuat para orangtua peserta didik mengajak anaknya untuk ikut membantu bekerja atau mencari uang.

“Kemudian ada juga orangtua yang merasa pembelajaran jarak jauh yang diikuti oleh anaknya tidak memberikan kemampuan bagi mereka, dan merasa sama saja anak-anak tidak sekolah, jadi mereka juga tidak menyekolahkan anaknya,” kata dia.

Suharti juga menyampaikan studi yang dilakukan oleh Bank Dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan kemampuan siswa selama periode pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved