Maluku Terkini
Protes Aktivitas Tambang Liar Gunung Botak – Pulau Buru, Mahasiswa Desak Kapolres Dicopot
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi unjukrasa di Jln. Simpang Lima Namlea, Kabupaten Buru
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi unjukrasa di Jln. Simpang Lima Namlea, Kabupaten Buru, Senin (20/12/2021) pagi.
Aksi itu digelar menyikapi maraknya aktivitas penambangan ilegal di tambang emas Gunung Botak.
Dalam aksinya, mahasiswa ini berorasi secara bergantian menyuarakan aspirasi dan tuntutan aksi.
Diantaranya, menertibkan penambang ilegal serta penjualan bahan kimia berbahaya, seperti sianida dan mercuri.
Kepada TribunAmbon.com, koordinator aksi, Indirwan M. Sauwakil mengungkapkan kekecewaan terhadap aparat Polres Buru.
Lantaran belum mampu menertibkan aktivitas di Gunung Botak.
"Kami sebagai Sistem Of Control di Kabupaten Buru, menyampaikan kekecewaan kami terhadap pihak Polres Pulau Buru, atas kejadian yang terjadi di lokasi tambang emas Gunung Botak," kata Sauwakil, kepada TribunAmbon.com, saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Senin.
Baca juga: Kapolda Refdi Andri Minta Persiapan Ops Lilin Siwalima 2021 Dimatangkan
Baca juga: Jelang Nataru, Pantai Natsepa - Maluku Tengah Ramai Pengunjung
Menurutnya, hingga kini masih banyak aktifitas penambangan ilegal, termasuk bak rendaman material tambang.
"Masih ada aktivitas rendaman di lokasi kali Anahoni Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, dan ada juga oknum melakukan pungutan liar. Kemudian, pihak Polres Pulau Buru diduga sangat mendukung aktivitas pertambang Gunung Botak, karena duketahui adanya penyelundupan bahan kimia berbahaya, seperti mercury dan cianida, oleh pelaku usaha pertambangan di Gunung Botak, dan kesannya dibiarkan berlalu lalang tanpa ada tindakan hukum," ungkapnya.
Dalam aksinya, pendemo juga meminta Kapolda Maluku mengevaluasi kinerja Kapolres Pulau Buru, dan Kapolsek Waeapo aktifitas tambang emas gunung botak.
“Meminta kepada Kapolda Maluku, agar segera mencopot Kapolres Pulau Buru dari jabatannya,” tegasnya.
Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Buru menutup aktivitas pertambangan Ilegal. (*)