Nataru
Jelang Nataru, PLN UP3 Masohi Optimalkan Pelayanan di Maluku Tengah
Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun 2021, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi optimis mengoptimalkan pelayanan energi listri
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun 2021, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi optimis mengoptimalkan pelayanan energi listrik untuk sejumlah titik di Pulau Seram, Maluku Tengah aman.
Manager PLN UP3 Masohi, I Made Agus Dwi Putra mengatakan, sejumlah unit kerja di berbagai titik telah mengoptimalkan energi listrik menjelang akhir tahun 2021 ini.
"Seperti Bula, Kobisonta, Kairatu dan Piru itu subsistem mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Agus kepada wartawan di Masohi, Kamis (16/12/2021).
Meski begitu kata dia, masih ada beberapa titik yang kondisinya sedang dalam masa perbaikan dan akan diupayakan untuk selesai secepatnya.
"Masih ada beberapa unit yang masih dalam perbaikan yaitu Kiandarat dan Ondor, namun kedepannya satu dua hari sudah baik," jelasnya.
Menurutnya, PLN juga sudah mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan jaringan distribusi maupun fungsi bahaya eksternal.
"PLN juga sudah mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan jaringan, baik pemeliharaan distribusi tenaga listrik atapun fungsi bahaya eksternal terutama pohon dan binatang," cetus dia.
Lanjutnya dikatakan, meski kondisi itu tercapai, masih ada kemungkinan gangguan eksternal terjadi.
Dimana ketika hujan yang disertai angin terjadi dan pada sisi kiri kanan tiang ada ranting atau dahan tua yang terbawa angin bisa kena atau tersangkut pada bagian kabel itu juga bisa menyebabkan gangguan.
Artinya, kondisi jarak itu adalah kondisi minimal yang harus dipenuhi.
Menurutnya, ada manfaat yang harus kemudian jaringan itu terbebas dari pohon, yang pertama, menjaga pasokan energi listrik, ini tentunya siapapun menginginkan hal demikian terjadi tidak hanya di saat momen nataru saja, namun dalam setiap kondisi pastinya diharapkan listrik tetap handal.
"Apalagi saat ini banyak alat yang sudah menggunakan listrik, dan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan alat paling lastale itu, listrik ini sudah menjadi kebutuhan pertama dalam meningkatkan produktivitas masyarakat, dan kita sendiri tidak mau listrik ini padam," jelasnya.
"Kedua, menjaga dan melindungi masyarakat dari bahaya listrik misalnya, warga ingin menebang pohon bambu, yang dirumah saja yang 200 volt bisa bahaya, apalagi yang 2.000 volt," tambah dia.
Selain itu, dia berharap kerja sama semua pihak dalam proses pelayanan PLN, terutama pemilik pohon yang menghalangi lintas energi listrik, kemudian jika ingin ditebang maka silahkan untuk menghubungi pihak PLN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/16122021-kantor-pln-up3-masohi.jpg)