Breaking News:

Ambon Hari Ini

Jual Narkoba dari Lapas, Napi Ambon Dituntut 10 Tahun Penjara

Dia nekat melakukan transaksi jual beli narkotika jenis ganja saat mendekam di Lapas Kelas II A Ambon.

Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ian Patrick Souhuwat dituntut hukuman 10 tahun penjara karena mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji sel penjara, Rabu (24/11/2021).

Ian nekat melakukan transaksi jual beli narkotika jenis ganja saat mendekam di Lapas Kelas II A Ambon.

Padahal, dia tengah menjalani hukuman penjara selama 7,6 tahun penjara akibat kasus yang sama sejak November 2020 lalu.

“Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 10 tahun denda Rp 1 miliar rupiah subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU Elsye B. Leonupun di hadapan Ketua Majelis Hakim, Yanti Wattimury dan Penasihat Hukum terdakwa, Penny Tupan di Pengadilan Negeri Ambon.

JPU menilai pemuda 30 tahun itu bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal 114 ayat 1 Jo pasal 114 ayat 1 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam amar tuntutannya, JPU juga menyebut hal yang memberatkan tuntutan terdakwa yakni terdakwa melakukan pengulangan tindak pidana yang sama dan terdakwa melakukan tindak pidana tersebut dari dalam Lapas kelas 2 Ambon sehingga tidak mendukung program pembinaan dalam lembaga tersebut.

Baca juga: Gegara Motor KLX Intelijen Antisipasi Efek Susulan Adu Jotos 2 Polantas vs 1 Provost TNI di Ambon

Baca juga: Misteri Pria Pengendara dan Pria Pembawa Motor KLX yang Ditahan 2 Bintara Polisi Ambon

Kasus ini terungkap saat aparat kepolisan menangkap dua orang lainnya, yakni Stevi Weringkuly dan Menantu pemilik Hotel Wijaya Ambon, Dieter Gunawan.

Keduanya mengaku memesan ganja dari terdakwa Ian yang berada di Lapas kelas 2A Ambon.

Dieter mengenal terdakwa saat keduanya berada di balik jeruji dan kembali berkomunikasi saat Dieter bebas di awal tahun 2021.

Terdakwa mengakui memang mempunyai jalur ganja dan menerima uang Rp 5,5 juta hasil transaksi dengan Dieter.

Uang tersebut ditransfer ke rekening Christy Pattiasina (DPO) yang berada di Jakarta.

Kemudian, Christy yang akan memesan narkotika dari Jakarta dan dikirimkan ke Stevi Weringkuly dan akan diserahkan ke Dieter.

Terdakwa juga mengakui pertama kali mengkonsumsi narkoba jenis ganja pada tahun 2012 dan terakhir kali menggunakan narkotika pada 30 April 2021 sebelum tertangkap.

Sementara, terdakwa dan Stevie Weringkuly juga pernah menggunakan narkotika bersama pada tahun 2016 dan telah mengirimkan tigapaket narkotika ke alamatnya Stevie. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved