Lumbung Ikan Nasional
Ada Penolakan LIN dan Ambon New Port, Ini Sikap Hetu Upu Ana Jazirah Leihitu
Dukungan itu dikemukakan para pemuda itu menyikapi penolakan sejumlah pihak atas rencana strategis nasional itu.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Perhimpunan Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Jazirah Leihitu yang tergabung dalam Hetu Upu Ana menyatakan dukungan penuh atas Lumbung ikan Nasional (LIN) dan rencana pembangunan pelabuhan terintegrasi Ambon New Port.
Dukungan itu dikemukakan para pemuda itu menyikapi penolakan sejumlah pihak atas rencana strategis nasional itu.
"Kami Hetu Upu Ana, Mendukung penuh pemerintah untuk segera mempercepat proyek LIN dan ANP di negeri Waai, Maluku Tengah," Ujar Ketua umum Hetu Upu Ana, Alteredik Sabandar kepada awak media, Selasa (16/11/2021) sore.
Menurut Sabandar, pertimbangan harga yang dijadikan alasan penolakan mega proyek itu dinilai tidak kuat.
Lantaran hingga kini belum ada kejelasan, apalagi keputusan nilai ganti rugi atas lahan yang dibebaskan.
Diketahui, lebih dari 200 hektar warga akan terpakai untuk membangun kawasan industri terpadu untuk mendukung Maluku sebagai Lumbung Ikan.
Baca juga: Feberian Maail Harap LIN Bisa Bantu Turunkan Angka Kemiskinan di Maluku
Baca juga: Selebgram Ambon dan Kekasihnya Berada di Markas Ditreskrimsus, Ohoirat; Tengah Diperiksa
Menurutnya, pemerintah tentunya sudah memiliki langkah dan solusi yang tak merugikan warga setempat.
"Tidak ada Pemerintah yang mau merugikan masyarakatnya, tentu pemerintah sudah mempersiapkan solusi yang tepat," kata dia.
Baginya, lumbung ikan nasional adalah kesempatan besar bagi Maluku untuk lebih berkembang.
"Kami yakin, dengan adanya LIN dan ANP, itu merupakan suatu anugerah untuk masyarakat Maluku, terkhususnya masyarakat Jazirah," tandasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua Hetu Upu Ana, Sam T menambahkan, dengan adanya LIN dan ANP nantinya, para pemuda lulusan studi terkait dapat mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai.
"Ini memang anugerah, jangan ditolak, sekarang kita lihat, berapa banyak pemuda dan mahasiswa kita yang lulusan perikanan tapi menganggur?.
Dengan adanya proyek ini, saya yakin sumber daya manusia yang kita miliki bisa diberdayakan dengan baik," kata Sam.
Dukungan tersebut diberikan dengan catatan penting yang dikatakan oleh pengurus Hetu Upu Ana lainnya, Jeki Sanalu. Ia menegaskan pemanfaatan sumber daya manusia lokal menjadi poin utama dalam dukungannya tersebut.
"Yang menjadi catatan penting adalah jangan sampai kita cuma jadi penonton, dukungan kita berikan, tapi perhatikan sumber daya manusia kita," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/hetu-upu-ana.jpg)