Maluku Terkini

PLN UP3 Masohi Gelar Lomba Masak Pakai Kompor Listrik

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi  mensosialisasi dan demo masak menggunakan kompor induksi bagi di Kota Masohi Maluku Tengah.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Sejumlah peserta lomba masak tampak tengah bersiap untuk lomba di Lapangan Nusantara Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (13/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi  mensosialisasi dan demo masak menggunakan kompor induksi atau listrik bagi di Kota Masohi Maluku Tengah.

Demo kompor tanpa api dalam lomba masak itu dipusatkan di Tribun Lapangan Nusantara Masohi, komplek Perumahan Dinas Kapolres, Dandim dan Kajari, Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, Sabtu (13/11/2021).

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada puncak peringatan Hari Listrik Nasional ke-76 tahun, kali ini dikabarkan telah meluncurkan Program Konversi 1 Juta Kompor Induksi dengan melakukan konversi satu juta kompor LPG menjadi kompor induksi listrik.

Hal ini demi menurunkan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Baca juga: Sukses Dorong Produktivitas, Pendapatan PLN Naik Jadi Rp 212,8 Triliun

Manager PLN UP3 Masohi, I Made Agus Dwiputra mengatakan, untuk merealisasikan konversi kompor LPG ke kompor induksi, pihaknya akan terus memasyarakatkan kompor itu sebagaimana telah diluncurkan secara terpusat di hari ini dalam Gerakan Indonesia Mandiri Energi dengan Kompor Induksi.

"Mengurangi biaya infor energi. Dan mewujudkan kemandirian serta ketahanan energi nasional melalui gerakan penggunaan kompor energi," katanya.

Lanjutnya dikatakan, di momen HUT 76 tahun PLN tersebut pihaknya mendatangkan Chef atau juru masak dari Swiss-Belhotel Ambon sebagai juri dalam lomba masak tersebut.

"Sambil melihat chef ngedemo kemudian peserta lomba melakukan lomba masak dengan kompor induksi," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya kompor induksi ini para pelanggan bisa beralih ke kompor induksi.

Ditambahkan, 76 tahun lalu masak pakai kayu, beralih ke minyak tanah kini lebih mudah kemudian beralih ke elpiji.

Baca juga: PLN, KPK dan BPN Selamatkan Rp 28,3 Miliar Aset Tanah di Maluku Utara

Perkembangan teknologi memudahkan hidup lebih enak, murah dan cepat dengan beralih ke Induksi/listrik.

“Kini perkembangan teknologi lewat kompor induksi, dan PLN siap jika ada kendala dalam pelayanan kelistrikan bisa menghubungi ke PLN 123, tentu akan diberikan pelayanan terbaik, termasuk semakin dekat dengan pelanggan dengan fitur-fitur PLN Mobile,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu L. Leleury yang hadir membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah pada dasarnya mendukung produk ramah lingkungan dan hemat biaya itu masuk ke Maluku Tengah.

"Saya kira kegiatan ini baik sekali. PLN juga untuk mendidik masyarakat untuk memilih ada kompor minyak tanya, kompor gas dan kompor induksi yah. Jadi setiap kompor dia punya kelebihan dan kekurangan tersendiri," jelasnya.

Kompor Minyak tanah misalnya, kalau dilihat dari sisi pemerintahan tentunya bersubsidi.

Sedangkan kompor gas selain masih menggunakan selang tabung juga masih bersesiko tinggi rawan kebakaran.

Baca juga: Bikin Lomba Masak, PLN Maluku Kenalkan Kompor Induksi ke Masyarakat

"Dan juga memang ada polusi yah, mengeluarkan asap dan kurang bersih. Kompor gas juga bagus karena dilihat dari sisi pembakarannya lebih bersih dan memang lebih hemat dibanding dengan minyak tanah," jelasnya.

Kelebihan kompor induksi itu adalah memang pembakarannya bersih dia tidak ada asap dan lain-lain.

"Cuma ada kelemahannya dia harus kompetible. Alat masaknya itu harus kompetible dengan kompor itu. Disitu itu kelemahannya tapi, separsi bagus," pungkasnya.

Meski demikian, ia juga mengatakan harus relistis artinya terganung keinginan dan kenyamanan warga dalam memilih menggunakan produk seperti apa.

Baca juga: Promo Super Dahsyat, 112 Ribu Pelanggan PLN Telah Nikmati Tambah Daya Hanya Rp 202.100

"Cuman yah masyarakat juga harus hati-hati menggunakan kompor ini karena kan wat-nya itu harus diatur kalau nanti terlalu besar mungkin langsung jatuh sekrinya," saran dia.

"Dapur bersih tentunya lebih pas pakai kompor induksi kalau dapur kotor yang terserah pakai minyak atau gas tinggal milih," tandasny.

Untuk diketahui kegiatan serupa juga digelar serentak di tiga Kabupaten, yakni Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved