Maluku Terkini

Soal Isu Kelangkaan BBM di Maluku Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Sesuai Jatah

Pertamina Terminal Masohi memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan Bakar Minyak (BBM) selama beberapa bulan terakhir di wilayah kabupaten Maluku

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Komisi II DPRD Maluku Tengah saat hearing bersama SPBU, APMS dan Dinas Perdagangan Maluku Tengah di Ruang Komisi II, Senin (25/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pertamina Terminal Masohi menilai tidak terjadi kelangkaan bahan Bakar Minyak (BBM) selama beberapa bulan terakhir di wilayah kabupaten Maluku Tengah.

Hal itu diungkapkan Fuel Manager Pertamina Terminal Masohi, Yoga Reksosumadyo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah di Ruang Rapat Komisi II, Senin (25/10/2021).

Dia mengungkapkan, hingga kini pertamina menyalurkan pasokan sesuai jatah SPBU maupun APMS di wilayah itu.

"Saya selaku Fuel Manager tidak memiliki kewenangan terkait kebijakan penambahan kuota dan sebagainya. Kami hanya menyalurkan sesuai tupoksi kami," ujarnya.

Serupa dengan itu, SPBU Masohi yang diwakili Koordinator lapangan, David Sopacua juga memastikan tidak ada kelangkaan BBM baik Pertalitte, Pertamax, Solar maupun Dixlite.

"Saya rasa kalau kami di SPBU tidak ada kelangkaan BBM karena semua jenis BBM ada tersedia hanya saja, terkadang masyarakat saja yang kurang sabar menunggu. Sebab antrian itu terjadi karena truk Pertamina sementara mengisi ke Tanki kami," kata dia.

Baca juga: Ikan Lompa Paling Pas Dibuat Kohu-Kohu

Namun berbeda dengan APMS menilai terjadi kelangkaan, lantaran kuota yang diterima turun dari 25 KL perhari menjadi hanya 5 KL atau 5000 liter perhari.

"Kita biasa pengisian di jam 10 pagi, mulai penjualan di jam 11 siang," kata Kaliky dalam rapat itu.

Menanggapi itu, Ketua Komisi II, M. Sukri Wailissa mengagendakan pertemuan berikutnya dengan mendatangi Retail Pertamina MOR VIII Maluku-Papua di Kota Ambon.

Kedatangan mereka nantinya untuk meminta penjelasan terkait adanya pengurangan jatah bulanan maupun harian stok BBM yang ditentukan Pertamina kepada SPBU dan APMS di seluruh wilayah Kabupaten Maluku Tengah saat ini.

"Karena rapat tadi kita belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari SPBU maupun Pertamina jadi kita putuskan untuk menanyakan itu langsung ke Retail Pertamina di Ambon," tegas Sukri singkat.

Diketahui bahwa dalam rapat bersama SPBU, APMS dan Dinas Perdagangan itu dihadiri Ketua dan sejumlah Anggota Komisi diantaranya, Hasan Alkatiri, Junitala, Abdurrahman Nahumarury, M. Kudus Tehuayo dan Musriadin Labahawa.

Sementara dinas Perdagangan yang hadir adalah Kabid Perdagangan, Abidin Marasabessy dan Sico Tuasikal. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved