Breaking News:

Ambon Hari Ini

Diakhir Masa Jabatan, Louhenapessy Ingatkan Para Pejabat Desa Pahami Konsep Smart City

Diakhir masa Jabatan sebagai Wali Kota Ambon, Richard Louhenapesy mengingatkan para kepala pemerintahan tingkat desa

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
Pemkot Ambon
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengunjungi peserta Bimbingan Teknis Nasional Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Serta Peningkatan Kapasitas Leadership Bagi Aparatur Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Desa, di Hotel Aston Tropicana Bandung, Rabu (20/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Diakhir masa Jabatan sebagai Wali Kota Ambon, Richard Louhenapesy mengingatkan para kepala pemerintahan tingkat desa dan jajaran untuk memahami konsep Smart City atau Kota Cerdas.
Pasalnya, tantangan berat kedepan yaitu saat penerapan Smart City.

“Jangan kita memahaminya secara verbalistis, tapi kita tidak mengerti. Ke depan seluruh kota akan bersaing. Kita bersyukur dari 540 kota ada 100 kotak yang dijadikan pilot project. Dan Ambon termasuk satu diantara 100,”ungkapnya saat mengunjungi peserta Bimbingan Teknis Nasional Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di Desa Serta Peningkatan Kapasitas Leadership, di Hotel Aston Tropicana Bandung, Rabu (20/10/2021).

Walikota mengungkapkan, tujuan akhir Smart City adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan teknologi.

Dan penerapannya akan sampai ke tingkat kelurahan hingga negeri (desa).

Louhenapessy mengkhawatirkan, jangan sampai penerapannya sudah ditingkat kota, namun perangkat ditingkat kelurahan hingga desa memahami semuanya.

“Inti dari kota cerdas itu simpel saja. Yang pertama, inovatif. Kedua, infrastruktur dan Ketiga sumber daya manusia,” terangnya.

Lanjutnya, para pimpinan harus memahami betul kosep tersebut sehingga dalam prakteknya mampu berinisiatif untuk mendorong kemajuan bersama.

Baca juga: BPJS Kesehatan Sudah Verifikasi 1.186 Kasus Covid-19 di Maluku, Total Klaim Capai Rp. 117,3 Miliar

Baca juga: PPKM Level 2 di Ambon Diperpanjang sampai 8 November, Warga Diminta Tak Abaikan Prokes

Pemahaman bersama akan memudahkan koordinasi dan kolaborasi antar desa.

“Kalau tidak ada duit, kolaborasinya harus dengan swasta. Kalau kita punya sumber daya terbatas, kolaborasinya dengan institusi akademik /institusi pendidikan. Jangan merasa ini paling hebat,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, dirinya menegaskan, pemerintah pusat juga butuh pemerintah daerah dalam upaya mempercepat kemajuan kesejahteraan masyarakat.

Dimana ada dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), dimana pendekatan pengelolaan keuangan itu lewat pendekatan digitalisasi yang berintegrasi.

Kedua, yakni kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu apa. Akan kita gunakan pusat data nasional yang dikenal dengan 1 data, sehingga data ini akan seragam secara bersama untuk mendorong kita dalam mengambil kebijakan-kebijakan.

Jadi pengelolaan keuangan pemerintah daerah sekarang berat. Untuk itu kita harus secara bersama mendorong pempus dalam mengambil kebijakan," bebernya.

Oleh karena itu, Wali Kota selalu mengingatlan agar tidak takut berinovasi. Kalau salah, itu biasa. Asal jangan sengaja membuat kesalahan berulang.

“Saudara akan matang dari kesalahan dan kekurangan itu. Tapi kalau saudara sengaja membuat kesalahan itu, itu berbeda, karena itu urusan pidana.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved