Breaking News:

Maluku Terkini

Mahasiswa Seruduk Mapolres Pulau Buru, Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pemukulan Aktivis HMI

Desakan itu disuarakan dalam aksi unjukrasa di depan Mapolres Pulau Buru, Senin (18/10/2021) siang.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Cipayung plus demo di Mapolres Buru, Senin (18/10/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus mendesak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Buru segera menyelesaikan tindak kekerasan terhadap salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea.

Desakan itu disuarakan dalam aksi unjukrasa di depan Mapolres Pulau Buru, Senin (18/10/2021) siang.

Dalam aksinya, massa membawa poster dan berorasi secara bergantian.

Mereka menuntut kepolisian segera memproses hukum para pelaku pemukulan Nasrun Buton di depan Kantor DPRD Buru.

Baca juga: Louhenapessy Bantah Intervensi Seleksi Jabatan Sekretaris Kota Ambon

Baca juga: Bandar Narkoba di Kota Tual – Maluku Divonis 7 Tahun Penjara

 

Menanggapi aksi itu, Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Iptu Handry Dwi Azhari mengatakan, proses hukum pelaporan itu sudah sampai ke tahap pemeriksaan para saksi.

"Saat ini sudah kita lakukan pemeriksaan dan penyelidikan, kita juga sudah panggil beberapa saksi termasuk anggota DPRD Kabupaten Buru, namun dalam panggilan pertama tersebut belum sempat hadir," kata Azhari

Lanjutnya, hari ini akan dibuat surat panggilan kedua, karena saat kejadian di TKP yang bersangkutan melihat dan menyaksikan.

"Tidak menutup kesempatan, rekan-rekan aksi juga akan dipanggil, karena pelapor atas nama Nasrun Buton saat diperiksa, menyampaikan beberapa nama dan kami tindak lanjuti secara profesional, tidak ada intervensi, kami berjalan berdasarkan hukum," ujarnya

Senada dengan itu, Kanit I Kasi Pidum Polres Pulau Buru, Aipda Fasri Anhar memastikan proses hukum berjalan sesuai mekanisme.

"Jadi tahap penyelidikan ini, kita juga menjaga bahwa di dalam pendidikan suatu kasus, tidak serta merta kita upayakan secara paksa," kata Anhar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved