Breaking News:

Maluku Terkini

Peralatan Tak Memadai, Pasien Hemoglobin Rendah di RS Namlea Belum Dapat Transfusi Darah

Masyarakat keluhkan kesulitan mendapat tranfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Kabupaten Buru.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Tampak depan gedung Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit (RS) Namlea, Kabupaten Buru, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat keluhkan kesulitan mendapat tranfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Kabupaten Buru.

Hal ini disampaikan seorang warga Namlea, Amir Hakim Kapota, melalui akun Facebook-nya, Rabu (6/10/2021) malam.

Kapota mengatakan, ibunya sedang terbaring di rumah sakit, dan belum mendapatkan transfusi darah hingga saat ini.

Padahal ibunya mengalami kondisi drop. Kadar hemoglobin dalam tubuhnya sangat rendah sehingga membutuhkan transfusi darah.

Baca juga: Besok Hari Terakhir, Berikut Jadwal Rapid Test Gratis Peserta SKD CPNS dan PPPK Kota Ambon 2021

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Maluku Jumat, 8 Oktober 2021: Waspada Hujan dengan Petir dan Angin Kencang

Pendonor darah untuk ibunya sudah ada, namun tak bisa dilakukan karena alat transfusi darah mengalami kerusakan.

"RSUD Namlea punya alat transfusi darah rusak, ada pasien sakit dengan kondisi HB rendah, dan sampai sekarang tidak bisa berbuat apa-apa," kata Kapota dalam postingan fecebooknya, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, pihak rumah sakit sebutnya tidak mengambil langkah apapun. Ibunya hanya terbaring lemah di rumah sakit, dengan bantuan infus.

"Saya bicara ini fakta, kerena ibu saya sedang sakit. Sekarang sedang terbaring di RSUD Namlea dengan kondisi HB rendah, sampai sekarang dari pihak RS tidak berbuat apa-apa, cuman memberikan alasan kalau alatnya rusak," tulisnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Istalasi Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Namlea, Rabida Wakang mengatakan, transfusi darah memang tak bisa dilakukan karena tidak ada reagen.

Reagen maksud dia, yakni alat untuk menguji kecocokan darah pasien dan darah penolong.

"Kita punya alat tidak rusak, cuman tidak ada reagen," kata Wakang kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (7/10/2021).

Bahkan alat tersebut ternyata sudah tidak tersedia selama lima bulan, terhitung dari 16 Juni 2021. Soal nasib pasien serupa ibu Kapota yang sedang dirawat tak diberi kejelasan.

"Kita sudah sampaikan ke Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, tanggapannya, kita punya alat ini, khusus untik regennya tidak diproduksi. Jadi, mau diganti alat baru, tapi sampai sekarang alatnya belum juga belum ada," ujar Wakang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved