Breaking News:

Ambon Hari Ini

Warga Tawiri Ancam Tutup Kembali Akses Jalan Menuju Bandara Pattimura

Ari menjelaskan, kedatangan mereka di Kantor DPRD Maluku untuk meminta keadilan terkait sengketa lahan yang sudah mereka diami selama berpuluh tahun

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Masyarakat Tawiri serbu Kantor DPRD Maluku, Kamis (30/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah warga Negeri (Desa) Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon mengancam akan kembali memblokade akses jalan menuju Bandara Pattimura.

“Kalau proses ini terlalu lama maka kami akan tutup akses jalan penerbangan di Bandara Pattimura Ambon,” kata Koordinator Lapangan, Ari Latulola dalam orasinya di depan Kantor DPRD Maluku, Kamis (30/9/2021) siang.

Ari menjelaskan, kedatangan mereka di Kantor DPRD Maluku untuk meminta keadilan terkait sengketa lahan yang sudah mereka diami selama berpuluh tahun lamanya.

“Kami ada disini untuk meminta keadilan atas ketidakpuasan kami terhadap tindakan TNI AU atas sengketa tanah,” teriak Latulola.

Baca juga: Sengketa Lahan dengan TNI AU, Warga Tawiri Mengadu ke DPRD Maluku Minta Keadilan

Baca juga: Terungkap Alasan Kaburnya Sitti Fokaubun; Tak Mau Dijodohkan dengan Polisi dan Tentara

Dia pun menegaskan, TNI AU telah mengklaim dengan bertanggung jawab atas tanah Tawiri.

Sehingga lebih dari 250 Kepala Keluarga (KK) terancam digusur.

“Dewan yang terhormat, TNI AU telah mengklaim tanah yang kita diami selama berpuluh tahun. Kediaman sekitar 250 KK disana terancam digusur,” ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan intimidasi yang diterima warga yang berjuang untuk tanahnya.

“Mereka paksa kami tanda tangan surat untuk mengakui itu tanah mereka. Ini intimidasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan TNI AU kepada kami,” tandas Ari. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved