Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Cari Sampe Dapa

Jang pikir kalu satu ilang tuh tar apapa" (=jangan menganggap tidak ada masalah jika satu hilang), apalagi dengan anggapan

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Utang Biru Biru 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Cari sampe dapa" (=cari hingga ditemukan). Ini suatu ungkapan yang bermakna bahwa "biar pung banya, mar kalu seng bisa jaga babae tuh sama sa" (=walaupun apa yang kita miliki itu banyak tetapi jika tidak bisa dijaga dengan baik tidak ada gunanya).

"Jang pikir kalu satu ilang tuh tar apapa" (=jangan menganggap tidak ada masalah jika satu hilang), apalagi dengan anggapan "masih banya saja mo" (=masih banyaklah).

Prinsip "pengajarang orangtotua" (=ajaran/nasehat orangtua) tentang ini ialah "jaga babae jang ada yang ilang, tacere" (=jagalah dengan baik, jangan ada yang hilang atau tercerai).

Dalam fungsi kepemimpinan, "satu ilang, pi cari sampe dapa" (=jika satu orang hilang, pergi dan cari sampai ditemukan).

"Mau itu anana upeng ka, cari sampe dapa" (=walaupun itu anak kecil, cari sampai ditemukan).

"Tagal pimpinan tuh musti lia samua orang sama rata" (=pemimpin harus memandang sama semua orang).

Baca juga: Kuti Kata; Sandar Padanya

Baca juga: Kuti Kata; Jang Harap

"Binatang piara sa, kas makang pagi hari, se musti rekeng babae, batul poka-poka, kalu rekeng ulang ada kurang satu, cari sampe dapa" (=ternak saja, saat diberi makan pagi hari anda menghitung jumlahnya, dan saat senja ketika dihitung ada kurang seekor, cari sampai ditemukan), "apalai manusia" (=apalagi manusia).

"Ada hati lai par tinggal ilang o? "(=Sampai hatikah anda membiarkannya hilang?) "Nangko se tar pung hati pait lai boleh" (=kecuali anda tidak memiliki hati dan perasaan lagi).

"Cari sampe dapa" juga mengandung pengertian bahwa "kalu ada bajang sama-sama deng rombongan" (=jika berjalan bersama dalam rombongan) "jang dudu pasi panta kalu masih ada yang balong sampe" (=jangan duduk santai jika masih ada yang belum tiba).

"Cek lai, kalu sampe mau mati galap kong balong lai, pi cari sampe dapa" (=cek lagi, jika sampai jelang malam belum juga tiba, pergilah dan cari sampai ditemukan).

"Tar boleh sono lalu balong dapa" (=jangan tidur jika belum ditemukan).

Nasehat itu menjadi "pengajarang" (=ajaran) tentang "pimpinan tuh musti pung hati par masarakat" (=pemimpin itu harus mencintai rakyatnya).

"Jang bilang, dong bukang anana upeng-upeng la beta musti jaga par kas' susu lai" (=jangan berkata, mereka bukan anak kecil yang saya harus jaga untuk menyusui), "tagal se dapa unju par jadi pimpinan bukang kompeni yang datang deng wapeng" (=karena anda diangkat sebagai pemimpin bukan penjajah yang datang dengan senjata).

"Cari sampe dapa" juga menerangkan bahwa "masarakat tuh katong pung mas perak" (=masyarakat itu harta kita).

"Musti tau rasa dong lai" (=harus bisa merasakan/mempedulikan mereka).

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved