Breaking News:

Maluku Terkini

PUPR Maluku Bangun Infrastruktur Jalan Selama Pandemi, Ini Manfaatnya

Seluruh pengunaan dana SMI untuk penanganan jalan telah dirampungkan awal 2021 dan manfaatnya sudah dirasakan warga setempat.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Sumber : PUPR Maluku
Progres pengerjaan infrastruktur oleh Bina Marga PUPR Maluku di sejumlah lokasi di Maluku 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Akibat Recofusing, anggaran penanganan jalan terpotong.

Namun, proyek pembangunan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Provinsi Maluku dilanjutkan dengan bantuan dana pinjaman Sarana Multi Infrastruktur.

Seluruh pengunaan dana SMI untuk penanganan jalan telah dirampungkan awal 2021 dan manfaatnya sudah dirasakan warga setempat.

Mulai dari Jalan Waisala - Seri – Kambelu, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang berhasil membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Besok, Pelaku Utama Kasus Pembunuhan di JMP Ambon Diserahkan ke Kejaksaan

Baca juga: Mahasiswa Aru Menari Tari Panah di Depan Kantor Gubernur Maluku, Kecewa Tanah Adatnya Dirampas

Kemudian Jalan Piru – Loki dan puluhan proyek jalanan lainnya di 11 kabupaten / kota di provinsi yang didominasi lebih dari 90 persen wilayah laut ini.

"Proyek yang kita bangun maupun yang kita pelihara menggunakan dana SMI memang sangat membantu pemulihan ekonomi masyarakat setempat," kata Kepala Bidang Bina Marga PUPR Maluku, Muhijaty Tuanaya kepada TribunAmbon.com di Kantor PUPR Maluku, Kamis (19/8/2021) siang.

Selain pemanfaatannya, masyarakat juga diberdayakan dalam proses pengerjaan disesuaikan dengan potensi masyarakatnya serta kebutuhan paket kegiatan yang dilaksanakan.

Seperti pekerjaan pemeliharaan jalan dan bangunan pelengkap itu dilakukan oleh masyarakat di wilayah tersebut.

"Pemberdayaan masyarakat juga digunakan dalam semua paket kegiatan yang Dinas PUPR lakukan di 11 Kabupaten/Kota," ujarnya.

Selain pemberdayaan, pelaksana membeli material dari masyarakat pengumpul selanjutnya digunakan untuk mendukung pekerjaan dilapangan.

Sehingga, dapat membantu meningkatkan penghasilan masyarakat termasuk pendapatan desa dimana proyek tersebut berjalan.

"Untuk pekerjaan yang memerlukan peralatan canggih dan alat berat, maka masyarakat bisa menjual batu kali dan batu pecah yg mereka kumpul untuk menambah penghasilan mereka supaya mereka juga bisa diberdayakan dalam pembangunan ini dan turut membantu ekonomi mereka," tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat mendukung pelaksanaan pengerjaan dengan tepat waktu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved