Breaking News:

Demo Mahasiswa Aru

Datangi Kantor Gubernur Maluku, Mahasiswa Aru Demo Tuntut Kembalikan Tanah Adat

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pehimpunan Mahasiswa Kabupaten Aru berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Sirimau, Kota Ambon, Senin (13/9/20

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Alfin
MALUKU: Perhimpunan mahasiswa Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Demo penolakan tanah adat yang diambil, Senin (13/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pehimpunan Mahasiswa Kabupaten Aru berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Sirimau, Kota Ambon, Senin (13/9/2021) pagi.

Aksi itu digelar untuk meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku untuk tidak merampas tanah adat milik mereka.

Berdasarkan pantauan TribunAmbon.com di lapangan, pukul 10.10 WIT, puluhan mahasiswa ini melakukan long march dari kawasan Gong Perdamaian Dunia menuju ke Kantor Gubernur.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster bertuliskan ‘Save Marafenfen’ yang merupakan tanah adat masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Puluhan mahasiswa ini jua secara bergantian berorasi menyuarakan aspirasi mereka.

MALUKU: Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Aru berunjuk rasa meminta Pemerintah Daerah Maluku Kembalikan tanah adat milik mereka, Senin (13/9/2021)
MALUKU: Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Aru berunjuk rasa meminta Pemerintah Daerah Maluku Kembalikan tanah adat milik mereka, Senin (13/9/2021) (TribunAmbon.com/Alfin)

Seorang orator aksi dalam orasinya menyatakan, tanah adat di Desa Marafenfen, Kabupaten Kepuluan Aru dibatasi kepemilikan tanah, karana pembangunan bandara TNI Angkatan Laut di atas tanah tersebut.

Pendemo tak terima hutan adatnya direnggut, kehidupan hewan endemic, seperti Burung Cendrawasih, Kakatua juga terancam karena penggusuran yang dilakukan.

Mereka juga meminta Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk segera mencabut SK TNI AL yang dikeluarkan pada 22 Januari 1992 agar tanah adat bisa diselamatkan.

Selain itu, mereka mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat dan Perda Masyarakat Aru.

Adapun demo mahasiswa Aru ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan Polisi Pamong Praja.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved