Maluku Terkini
SPBU di Masohi Layani Pengecer, Pengendara hingga Netizen Keluhkan Antrean Panjang
Melayani penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pengecer di tengah padatnya antrean kendaraan membuat sopir angkot pengendara lainnya, hingga warga
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Melayani penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pengecer di tengah padatnya antrean kendaraan membuat sopir angkot pengendara lainnya, hingga warga net atau netizen geram dan mengeluh sistem pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU).
SPBU Batas Kota di Kelurahan Namasina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah dianggap tidak memberikan pelayanan secara baik dengan melayani pengisian minyak bagi para pengecer yang datang membawa belasan jirigen dan drum untuk diisi meski di tengan mengularnya antrean.
"Antrean ada banyak begini baru mereka layani yang pengecer bagaimana," kata Junaid Wenno kepada TribunAmbon.com di Masohi, Jumat (3/9/2021).
Dia menuturkan. seharusnya SPBU mendahulukan mobil dan motor yang memiliki kebutuhan mendesak ketimbang pengecer yang mengisi untuk dijual kembali itu.
"Harusnya mereka melayani dulu kendaraan baru layani jirigen sama drum-drum itu," ujar sopir angkot di Kota Masohi itu.
Dia pun berharap, pihak SPBU bisa memperhatikan masalah ini.
• Jauh dari Target, Vaksinasi di Maluku Tengah Baru 28 Ribu Jiwa
Jangan sampai hal tersebut menjadi kebiasaan, sehingga sopir ankot dan kendaraan lainnya termasuk roda dua dibiarkan mengantri berjam-jam.
"Kita berharap sih begitu," jawab dia berharap.
Sementara itu salah satu warga net lewat akun Facebook pribadinya mengkritisi SPBU yang tertangkap kameranya sedang melayani pengecer dengan sebuah mobil dum truck.
Begini ciutannya di akun tersebut yang ikut menandai Tribun Ambon.com.
"Sioo pertamina masohi ee bgaimana Pertalite tar abis kalo yang isi dengan drem banya bagini, bensin su kas punah sekrang Pertalite dong kase susah, sio katorang yang hidup bawa oto ini bgaimana lai ka?," tulis dia yang diposting dua hari lalu itu.
Menjawab masalah tersebut, pihak SPBU menilai, protes warga itu wajar-wajar saja karena mereka (SPBU) juga mendapatkan jatah yang juga terbatas dari Depo Pertamina sehingga BBM terutama pertlite selalu habis duluan.
Alfin Toisutta salah satu pengawas di SPBU setempat mengakui memang melayani telah melayani jirigen atau pengecer namun itu diberikan dengan jatah terbatas, tidak lebih dari 200 liter.
"Kita memang layani pengecer tapi meski dong (mereka) datang dengan jirigen atau drum yang lebih dari 200 liter, tetao kita layani hanya 200 liter saja, karena batas hanya 200 liter kita kasikan," jelas Alfin.(*)