Ambon Hari Ini
Bisnis Kuliner Tercatat Paling Banyak Lakukan PHK Selama Pandemi di Kota Ambon
Usaha kuliner paling banyak memberhentikan pekerja selama pandemi Virus Corona di Kota Ambon.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON – Usaha kuliner paling banyak memberhentikan pekerja selama pandemi Virus Corona di Kota Ambon.
Dari 68 pekerja terpaksa dirumahkan (PHK) selama pandemi Covid-19 di Kota Ambon, paling banyak berasal dari usaha kuliner.
Usaha kuliner yang dimaksud mulai dari rumah makan hingga restoran.
"Perusahaan yang paling banya gulung tikar itu di bidang jasa, salah satunya seperti rumah makan," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Ambon, Steven Patty kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Soal Kasus Korupsi, Mugopal Minta Kejari di Maluku Tidak Tunggu Hasil Audit BPKP
Baca juga: MEA dan Pemkab SBT Siapkan Dua Badan Usaha Pengelola PI 10 Persen
Puluhan pekerja itu berasal dari 23 perusahaan yang dinyatakan bangkrut ditahun ini.
“Dari Januari sampai sekarang jumlah tersebut 23 mengalami tidak aktif atau bangkrut karena dampak pandemi dan 68 pekerja yang dirumahkan (PHK) dari 23 perusahan itu,” ungkap Patty.
Meski diputus kontrak, para pekerja itu telah mendapatkan hak-hak mereka secara keseluruhan melalui program perlindungan BPJAMSOSTEK.
"Karena yang di rumahkan semuanya sudah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, jadi hak-hak mereka diberikan, seperti santunan hari tua," cetusnya.
Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon mendata perusahaan aktif saat ini berjumlah 584 perusahaan.
Dengan jumlah tenaga kerja mencapai 2.891 pekerja.
“Untuk ketahuan selama tahun 2021 di masa pandemi dan diberlakukan PPKM Mikro level 3, kita ketahui bersama jumlah perusahaan aktif sebanyak 584 perusahaan yang aktif dengan 2.891 tenaga kerja,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kafe-papajid.jpg)