Maluku Terkini
Cara Pemerintah Maluku Kendalikan Inflasi, Justini Pawa; Tidak Terfokus Harga
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menerapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan inflasi daerah di masa pandemi COVID-19.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menerapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan inflasi daerah di masa pandemi COVID-19.
Pasalnya, kondisi perekonomian dalam dua tahun terakhir ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Biro perekonomian Setda Maluku, Justini Pawa mengatakan pengendalian inflasi tidak hanya terfokus pada harga.
Melainkan juga aktif berkoordinasi dan kerjasama dengan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota serta distributor.
Baca juga: Harga Rempah di Maluku Sering Fluktuatif, Pattiselano; Tergantung Harga Pasar di Surabaya
Terkhusus dengan distributor, untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
"Pengendalian inflasi tidak terfokus harga, daya beli masyarakat juga penting," kata Justini Pawa dalam rilisnya, Senin (30/8/2021).
Lanjutnya, Bank Indonesia Perwakilan Maluku juga turut membantu dengan memfasilitasi UMKM untuk memaparkan produknya.
Dengan mendorong IKM dan UMKM memasarkan produk dengan media digital akan turut membantu pengendalian inflasi daerah.
Justini juga memaparkan capaian inflasi Maluku semester pertama tahun 2021 ini tercatat sangat terkendali yakni 1,22 persen.
"Inflasi kota sangat terkendali di semester pertama," tandasnya.
Baca juga: Sampah di Jalan Pandopo Wakil Bupati Buru Sudah Dibersihkan, di Pasar Tatanggo Masih Berserakan
Untu itu pemerintah akan terus membimbing UMKM agar semakin berkembang.
Pasalnya, UMKM merupakan salah satu garda utama perekonomian daerah.
Kedepannya akan dibuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan membeli produk olahan ikan UMKM dan dibagikan kepada masyarakat ekonomi lemah.
Ada pula fasilitasi pembiayaan dana bergulir, kegiatan gelar pangan murah yang dilakukan secara mobile dengan sasaran UMKM yang terdampak COVID-19.
Disamping itu, pemanfaatan Toko Tani untuk penjualan sembako murah dan terjangkau dan fasilitasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk keluarga penderita stanting.
Strategi-strategi itu dilakukan untuk tetap menjaga stabilitas inflasi pada tahun ini dan mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/gubernur-maluku-inflasi.jpg)