Maluku Terkini
Harga Rempah di Maluku Sering Fluktuatif, Pattiselano; Tergantung Harga Pasar di Surabaya
Harga komoditi rempah di Maluku terus mengalami fluktuatif harga semenjak beberapa bulan terakhir.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Harga komoditi rempah di Maluku terus mengalami fluktuatif harga semenjak beberapa bulan terakhir.
Cengkeh, salah satu komoditi yang harganya terus mengalami fluktuasi.
Pada awal Juli lalu harganya sempat melonjak hingga Rp.110 ribu perkilo kemudian turun diakhir bulan Rp.105 ribu perkilo.
Saat ini harga cengkeh terus turun menyentuh Rp.90 ribu perkilo.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Patiselano, mengatakan patokan harga komoditas rempah tidak ditentukan pemerintah.
"Itu kita tidak bisa tentukan, tergantung mekanisme pasar," kata Pattiselano kepada TribunAmbon.com, Senin (30/8/2021).
Selain cengkeh, biji pala juga mengalaminya fluktuasi harga.
Baca juga: Sampah di Jalan Pandopo Wakil Bupati Buru Sudah Dibersihkan, di Pasar Tatanggo Masih Berserakan
Baca juga: Gagal Melaju ke Final Paralimpiade Tokyo, Elvin Sesa; Masyarakat Maluku Saya Minta Maaf
Harga pasaran biji pala pada Juli lalu Rp.100 ribu perkilo dan sekarang berkisar Rp.85 ribu hingga Rp.90 ribu perkilo.
Sementara itu biji cokelat sebelumnya dijual dengan harga Rp.32 ribu perkilo saat ini turun menjadi Rp.29 ribu perkilo.
Meskipun berdiri sebagai daerah penghasil rempah, harga cengkeh, pala, fuli dan lainnya tetap ditentukan tergantung mekanisme pasar.
Lanjutnya, patokan harga rempah-rempah dari Maluku sangat bergantung pada pasar di Surabaya.
Selain itu, hasil negosiasi antara penjual dan pembeli juga merupakan salah satu cara menentukan harga.
Dia menjelaskan, harga yang bisa dikontrol oleh pemerintah, yakni komoditi strategis seperti bahan kebutuhan masyarakat.
Hal itu yang membuat harga rempah-rempah selalu mengalami naik turun setiap saat.
"Kalau komoditi strategis kita tentukan harganya," ungkapnya
Bahan kebutuhan masyarakat seperti beras dan gula, pemerintah bisa menentukan Harga Ecer Tertinggi (HET).
Diketahui, fluktuatif sejumlah komoditi rempah membuat resah petani maupun pelaku usaha yang memiliki produk berbahan Pala dan Cengkeh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/3082021-elvis-pattiselano.jpg)