Kuti Kata Maluku
Kuti Kata; Jang Stengah-Stengah
Ungkapan "jang stengah-stengah" menerangkan perlu "kasih hati fol-fol" (=beri hatimu seutuhnya),
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Mau apapa bagus tuh jang stengah-stengah" (=bila ingin segala hal itu baik jangan setengah-setengah).
Ungkapan "jang stengah-stengah" menerangkan perlu "kasih hati fol-fol" (=beri hatimu seutuhnya), jadi harus dengan niat yang sungguh, "bukang barmaeng-barmaeng" (=bukan sekedar main-main).
Selain itu ungkapan itu juga menerangkan "musti deng perlengkapan segnap" (=harus dengan perlengkapan penuh), "dari ujung kapala sampe ujung kaki" (=dari ujung kepala sampai ujung kaki).
"Jang su bajang sampe tengah jalang la lupa capeu, o itu tarpake" (=jangan sudah di tengah jalan lalu lupa topi atau lainnya, tidak bisa seperti itu).
"Kalu mau tanding, tanding yang batul, perhatikan diri babae" (=jika hendak tampil, tampillah yang benar, perhatikan diri dengan benar).
"Kalu mau unju kuat, unju yang batul, jang lia orang sombar la talo'ung parsis toropepel kas maso kapala sambuni muka" (=jika mau tunjuk kekuatan, tunjukkan yang benar, jangan takut ketika melihat bayangan orang lain seperti toropepel menyembunyikan kepalanya).
"Jadi jang stengah-stengah".
Baca juga: Kuti Kata; Jalang Hidop
Baca juga: Kuti Kata; Hu Yang Ezhar, Huwa Yang Akbar
"Dunya nih su balandong deng sagala rupa perkara" (=dunia sudah dipenuhi berbagai masalah).
"Jadi jang stengah-stengah" jika mau menghadapinya.
"Kalu skolah, skolah babae, bila parlu sampe smua skolah abis" (=jika bersekolah, bersekolahlah yang benar, jika perlu sampai habis semua sekolah).
Ungkapan ini paralel dengan "kalu mau blajar, blajar yang batul, jang orang palente la mati deng bodo sisa" (=jika mau belajar, belajarlah yang benar, agar jangan orang menipu kita sehingga kita mati membawa kebodohan).
"Kalu su karja, karja yang batul, jang dapa suruh biking ini la babingong, ka orang laeng su lari deng pancar gas mar katong ada toma deng kole-kole" (=jika sudah bekerja, bekerjalah yang baik, jangan bingung ketika disuruh, akibatnya orang sudah maju dengan pesawat jet, kita masih mendayung kole-kole/perahu tanpa semang).
"Jadi tarkira apapa tuh babae sadiki supaya tau akang slak" (=jadi perhatikanlah dengan sungguh-sungguh agar mengetahui cara kerjanya), "jang banting salah slak" (=jangan sampai melakukan salah).
"Dunya su susah" (=dunia sudah susah). "Su seng bisa stengah-stengah lai" (=tidak bisa main-main lagi).
"Orang su pake sagala rupa cara par dapa dong pung parlu" (=orang sudah gunakan segala cara demi meraih kepentingannya). "Jadi jang stengah-stengah".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/biji-kenari.jpg)