Ambon Hari Ini

Helaha Dorong Masalah Sopir Angkot Harus Selesai Sebelum Hari Kemerdekaan

Kata Helaha, persoalan tersebut harus selesai sebelum 17 Agustus, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Ambon, Ricky Davids Helaha saat diwawancarai, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Ricky Davids Helaha mengaku terus mendorong Komisi II DPRD untuk menyelesaikan persoalan bahan bakar minyak (BBM) bersubsisi yang sulit didapat para sopir angkutan kota (Angkot).

Kata Helaha, persoalan tersebut harus selesai sebelum 17 Agustus, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.

"Saya sudah melakukan penekanan ke pimpinan rapat untuk segera menyelesaikan masalah ini karena tinggal beberapa hari lagi akan ada perayaan hari kemerdekaan Indonesia," kata Ricky Helaha kepada wartawan, Jumat (13/8/2021) pagi.

Diketahui, Kamis (12/8/2021) pagi, puluhan sopir angkot mendatangi kantor DPRD Kota Ambon, mereka mengeluhkan rencana penghapusan BBM Premium hingga pembatasan Pertalite Khusus (PLK).

Menurutnya, PT Pertamina seharusnya tidak dulu menghapus dan membatasi pembelian jenis BBM tertentu.

Pasalnya, tingkat ekonomi masyarakat turun, termasuk pendapat sopir angkot ditengah pandemi Covid-19.

"Kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun tapi pertamina malah sibuk melakukan promosi-promosi PLB dengan harga yang tentunya diatas BBM Premium," katanya.

Baca juga: PPKM di Ambon Berlanjut, Kelompok Anak dan Lansia Dilarang Naik Kapal Laut

Baca juga: Perpanjang PPKM Level III di Ambon, Rofik Usul Sekolah Tatap Muka

Lanjutnya, justru ditengan kondisi ini, pertamina hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat.

"Bagaimana kita bisa rayakan hari kemerdekaan Indonesia sementara para supir angkot di Kota Ambon saya bilang belum merdeka karena ditengah kondisi Covid-19 ini seharusnya pertamina yang notabenenya adalah salah satu BUMN belum bisa melihat masalah seperti ini," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, menyusul adanya keresahan dari para supir angkot di Ambon yang mendatangi DPRD Kota Ambon Kamis (12/8/2021) kemarin, Sales Area Manager Pertamina, Wilson mengatakan PT Pertamina saat ini tengah mencanangkan program PLB yakni program edukasi penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya program ini, sehingga BBM Premium bakal dihapuskan.

“Untuk premium sekarang memang sudah langka dan hanya tersedia di dua SPBU. Karena Pertamina sedang menerapkan program PLB yang memang sudah kita canangkan sejak Maret lalu. Produk ini lebih ramah lingkungan dan berkualitas. Kita ingin masyarakat menggunakan BBM yang lebih berkualitas,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved