Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Dunya Seng Untung Beta

"Apa mau untung beta" (=apa yang mau menang atas aku). "Beta tetap pegang kuat-kuat beta pung parcaya"

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Jalanan Kota Ambon 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Dalang susah pun, beta seng lari par kuasa dunya" (=dalam susah sekalipun, aku tidak lari kepada kuasa di dunia).

"Apa mau untung beta" (=apa yang mau menang atas aku). "Beta tetap pegang kuat-kuat beta pung parcaya" (=ku tetap berpegang teguh pada imanku).

"Antua sa yang bisa kas' luput beta dari susah apa pun" (=Tuhan saja yang bisa meluputkan aku dari tiap kesusahan).

"Biar deng sakitang banya, dunya seng untung beta" (=walau aku menderita sakit, kuasa dunia tidak menang atas aku).

Ungkapan ini menjadi pegangan hidup, karena "orang mau bae capat" (=orang mau lekas sembuh), "mar dong lari par dunya" (=namun mereka berlari mencari kuasa dunia/kuasa gelap).

"Kalu beta pegang tarus par Antua, yakin sa ada jalang yang Antua unju" (=kalau aku terus berpegang padaNya dan yakin ada jalan yang akan ditunjukkanNya).

Baca juga: Kuti Kata; Makanang Kasiang

Baca juga: Kuti Kata; Putus Tanjong Langgar Lautan

"Biar beta piara anana deng kasiang-kasiang, dunya seng untung beta" (=walau saya memelihara anak-anak dalam kesederhanaan, dunia tidak akan menang atas aku).

Ungkapan ini menjadi tekad orang yang "seng mau kotor tangang" (=tidak mau mengotori tangannya) "deng karja yang tar batul" (=dengan pekerjaan yang tidak benar), "makang pancuri tulang" (=kerja yang tidak jujur).

Mereka yang seperti ini sering "ajar dong anana" (=menasehati anaknya) bahwa "biar papeda deng aer garang, birman lai seng boleh tau" (=walau hanya makan papeda dengan kuahnya air garam, tetanggapun tidak boleh tahu).

Artinya, "susah ka sanang, katong yang rasa sa" (=susah atau pun senang hanya kita yang merasakannya).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved