Breaking News:

Maluku Terkini

PUPR Gelontorkan 1.3 Milliar Perbaiki Jalan dan Gorong-gorong di Desa Haruru - Maluku Tengah

Proyek ini pun saat ini dalam tahap pelelangan. Ia memastikan dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan kontrak antara Dinas dan pihak kontraktor.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Jalan berlubang di kawasan Trans Seram, Amahai II, Desa Haruru, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah. Senin (9/8/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah, Adolf Alexander Poceratu memastikan jalan rusak yang ada di kawasan Amahai II, Negeri Haruru bakal segera diperbaiki.

Proyek ini pun saat ini dalam tahap pelelangan. Ia memastikan dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan kontrak antara Dinas dan pihak kontraktor.

Anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan rusak dan perluasan gorong-gorong sebesar Rp 1.3 Milliar.

"Jadi dia pung total nilai itu sekitar 1.3 Milliar," kata Olof kepada TribunAmbon.com di Masohi, Selasa (10/8/2021) siang.

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2021.

Dalam proyek tersebut, pihaknya juga memperbaiki dan memperluas gorong-gorong.

"Tapi kan dia punya pengerjaan fisik itu diperioritaakan untuk saluran. Kita ada memperluas saluran supaya air tidak melewati badan jalan. Tetapi lewat gorong-gorong,"jelasnya.

Sebab yang selama ini menjadi penyebab patahnya badan jalan hingga membentuk lubang dengan diameter sekitar 60 centimer itu adalah karena kawasan itu tergenang air.

Baca juga: Jalan Rusak Parah, Sampah juga Menumpuk di Bahu Jalan Desa Haruru - Maluku Tengah

Baca juga: Upaya Pembebasan Risman Soulissa Gagal di Polresta, HMI dan KNPI Ambon Berlanjut ke Kejati Maluku

"Sedangkan hotmiksnya itu kita tidak buat operlay tetapi yang kita buat pacing (tempel bagian yang rusak)," jelasnya.

Dari pantauan TribunAmbon.com, selain terjadi kerusakan, bahu jalan Trans Seram di kawasan Amahai II, Desa Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah juga dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

Tumpukan sampah pun menyebabkan bau tidak sedap sehingga cukup mengganggu pengendara yang melintas.

Armin, salah seorang warga mengaku kerap membuang sampah di area tersebut, lantaran tidak ada tempat pembungan sampah terdekat dari pemukiman.

Warga setempat pun katanya juga membuang sampah di bahu jalan.

Dia pun berharap pemerintah daerah menyiapkan bak penampung sampah di sekitar area tersebut.

"Sebenarnya banyak yang mengeluh karena tak ada tempat sampah. Makanya mereka buang saja disitu," kata Armin. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved