Breaking News:

Pengakuan Satpol PP yang Tampar Ibu Hamil di Gowa, Mengaku Spontan karena Dilempar Botol dan Kursi

Kasus penamparan seorang ibu hamil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, oleh oknum anggota Satpol PP terus bergulir.

Editor: Citra Anastasia
KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T
Seorang oknum Satpol PP terekam CCTV sedang menganiaya seorang wanita hamil saat menggelar razia PPKM di salah satu warung kopi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu, (14/7/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Kasus penganiayaan yang dilakukan oknum satpol PP di Gowa, Sulawesi Selatan, terhadap ibu hamil pemilik warung masih berlanjut.

Diketahui, oknum satpol PP tersebut menampar ibu hamil saat melakukan razia PPKM Mikro.

Dalam insiden itu, korbannya tak hanya ibu hamil bernama Nur Halim (26), tetapi juga sang suami, Amriana (34).

Keduanya dianiaya saat berada di warung kopi milik mereka.

Selain itu, video kasus penganiayaan juga sempat viral di media sosial dan mendapat berbagai macam respons dari warganet.

Kabar terbarunya, mantan sekretaris Satpol PP Gowa bernama Mardani Hamdan itu sudah resmi dijadikan tersangka.

Baca juga: Mendagri Minta Bupati Gowa Copot Satpol PP yang Pukul Ibu Hamil: Jangan Menghilangkan Nilai Moril

Mardani juga memberikan pengakuannya saat diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk kronologi dari kejadian versi dirinya.

Mardani mengaku, penganiayaan yang dilakukannya terhadap korban karena spontanitas.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Mardani, Muh Syahfril Hamzah, saat berada di Mapolres Gowa, Sabtu (17/7/2021).

Dari pengakuan Mardani, pemicu penganiayaan itu karena adanya pelemparan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved