Breaking News:

PPKM di Ambon

Jubir Satgas Covid-19 Ambon Minta Mahasiswa Jangan Demo Dulu

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz minta mahasiswa untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa terlebih dahulu.

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Dedy
AMBON: Kericuhan terjadi saat demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Remaja Masjid Imam Rijali Kampus IAIN Ambon di depan Balai Kota Ambon, Jalan Sultan Hairun, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz minta mahasiswa untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa terlebih dahulu.

Adriaanz khawatir kerumunan demonstrasi jadi ajang penularan Covid-19.

Dikatakan, aksi demonstrasi memicu kerumunan massa dalam jumlah besar sehingga berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Kota Ambon pun tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro setelah berada dalam zona merah penyebaran Covid-19.

“Jika ada diantara pendemo yang terpapar tentu akan menulari rekan- rekannya, bahkan aparat yang melakukan pengamanan hingga keluarga mereka dirumah,”kata Adriaansz di Balai Kota, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Demo Mahasiswa Tolak PPKM di Ambon Dibubarkan Polisi, Ini Alasannya

Baca juga: Tak Mengantongi Izin, Demo Tolak PPKM di Ambon Dibubarkan Aparat Kepolisian

Adriaanz melanjutkan, jumlah kasus positif di Kota Ambon terus meningkat hingga tempat isolasi terpusat penuh.

Tak hanya itu, tenaga kesehatan juga terbatas karena makin banyak dari nakes yang terpapar virus corona.

“Sebab itu masyarakat sudah dihimbau untuk tidak keluar rumah selain untuk bekerja dan bersifat urgen/tidak bisa ditunda. Jangan sampai membawa pulang virus bagi keluarga dirumah,” jelasnya.

Dijelaskan,pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi pandemi, kerjasama dan partisipasi dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung Ambon keluar dari Zona Merah (resiko tinggi).

“Terus kita himbau agar dapat membantu pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan, sehingga Ambon bisa keluar dari zona merah, dan PPKM Mikro diperketat tidak diperpanjang,” tambah Adriaansz.

Saat ini, Kota Ambon berada di zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 251 jiwa, Jumat (16/7/2021).

Jumlah terbanyak berada pada Kecamatan Sirimau sebanyak 997 jiwa positif corona.

Sebelumnya, demonstrasi menolak PPKM Mikro di Kota Ambon berlangsung dalam dua hari berturut-turut, Kamis (15/7/2021) dan Jumat (16/7/2021).

Unjuk rasa di Hari kamis dilakukan remaja masjid (Remas) Imam Rijali Kampus IAIN Kota Ambon, sedangkan di hari berikutnya terdiri dari gabungan mahasiswa Universitas Pattimura, Universitas Darussalam dan Institut Agama Negeri Islam (IAIN) Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved